Terdakwa di persidangan

PN MEDAN-M24

Saindra (36) warga Jln Pertiwi Ujung Gang 108, Kel Bantan, Kec Medan Tembung tampak berkaca-kaca saat membacakan pembelaannya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 4, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (28/3).

Dalam pembelaannya, pria tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mengaku sangat menyesal dan merasa terperdaya oleh iming-iming si bandar sabu.

“Saya menyesal Pak Hakim. Mohon ringankan hukuman saya,” ucap Saindra dengan mata berkaca-kaca.

Loading...

Sebelumnya, terdakwa kasus sabu seberat 11 kg lebih ini dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haslinda dengan hukuman 19 tahun penjara serta denda sebesar Rp2 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Namun, meski tuntutannya tergolong ringan, tapi pria yang bekerja sehari-hari sebagai kuli bangunan ini, tetap masih meminta keringanan hukuman.

Padahal, dengan berat bukti sabu yang beratnya lebih dari satu kilo, mestinya ia bisa dituntut seumur hidup atau hukuman mati.

Terdakwa beralasan, barang haram itu, bukanlah miliknya, dia hanya sebatas kurir saja dalam kasus sabu seberat 11.540 gram. Sehingga sudah seharusnya ia mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar jaksa.

Berdasarkan keterangan jaksa, terdakwa Saindra ditangkap pada September 2018, di Jalan Lintas Sumatera Pasar Bengkel Perbaungan, Kec Perbaungan, Kab Sergai.

“Tepatnya di depan rumah makan Bahagia, dan pada saat dilakukan penangkapan tersebut disita barang bukti dari terdakwa berupa satu buah tas ransel warna biru hitam yang di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh warna hijau muda dan 1 bungkus plastik teh warna hijau tua serta 1 bungkus plastik teh warna kuning emas berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 11.540 gram,” urai jaksa.

Dari penangakapan itu, saat diinterogasi, terdakwa mengakui, narkoba jenis sabu itu ia peroleh dari seseorang bernama Ebon yang hingga kini masih buron. Niatnya, sabu itu nantinya akan dibawa ke Medan untuk diperjual belikan. Namun nahas, terdakwa sudah terlebih dahulu diciduk tim kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut.

Usai mendengarkan nota pembelaan dari terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan mendatang. (ansah)