Royanto ditemukan di TKP.

HINAI-M24

Kematian beruntun menghebohkan warga Hinai, Langkat. Kuat dugaan kematian Risna Wati (54) memiliki hubungan dengan tewasnya Royanto (30).

Warga Dusun I Desa Baru, Kec Hinai, Kab Langkat, mendadak heboh dengan ditemukan sosok mayat dalam keadaan kaku di dalam sumur sedalam delapan meter, Kamis (13/6) dinihari. Tak lama berselang, seorang pria penuh tato ditemukan tewas tergantung di pohon kelapa sawit.

Kapolsek Hinai, AKP Hendri Y Sihotang menjelaskan, korban bernama Risna Wati (54), warga Dusun I Desa Baru, Kec Hinai, Kab Langkat dan Royanto (30), warga Jln Sekata Link IV Kebun Lada, Kec Hinai.

Loading...

Menurut Kapolsek, jasad Risna Wati awalnya ditemukan warga, Kamis (13/6) sekitar pukul 00.10 WIB telah kaku di dalam sumur belakang rumahnya. Peristiwa itu pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Petugas yang mendapat laporan langsung turun melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengumpulkan keterangan, salah satunya dari anak korban, Titin Agustina (34). Menurut Titin, Rabu (12/6) sekitar pukul 19.30 WIB, ibunya pamit untuk pergi undangan. Tak lupa mengingatkan anaknya supaya mengunci pintu rumah.

Tak lama berselang, ketika hendak mengunci pintu rumah, Titin dicegat oleh seseorang laki-laki yang tidak dikenal. Pria bertelanjang dada dan memiliki tato di tubuhnya itu lalu mengancam Titin supaya jangan ribut. Titin pun ketakutan dan lari keluar rumah untuk minta tolong kepada warga setempat.

“Warga sekitar ramai mendatangi rumah korban. Namun tidak menemukan pria bertato tersebut,” ucap Hendri Y Sihotang.

Namun warga curiga melihat kreta korban. Padahal korban mengatakan kepada anaknya hendak pergi ke undangan. Warga lalu mencari-cari korban di sekitar rumah. Benar saja, korban ditemukan di dalam sumur sedalam delapan meter dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Belum lagi kehebohan tersebut reda, sekitar pukul 06:00 WIB, warga kembali dikejutkan temuan mayat laki-laki di belakang rumah milik Syaiah (83) di Dusun 1 Desa Baru, Kec Hinai. Korban diketahui bernama Royanto (30), warga Jln Sekata Link IV Kebun Lada, Kec Hinai.

Peristiwa ini diketahui pertama kali oleh Wagimin (43) dan seorang pelajar, Nanda (17), keduanya warga Dusun I Desa Baru, Kec Hinai. Petugas kepolisian yang mendapat informasi segera ke TKP melakukan penyelidikan.

Saat ditemukan, leher korban dijerat simpul hidup berbentuk tali laso ke pelepah sawit dengan kondisi lutut tertekuk. Posisi tubuh korban rendah dari permukaan tanah. Hasil penyelidikan, polisi menduga kuat jika dua kematian tersebut berhubungan.

“Korban ada keterkaitan/berhubungan erat dengan penemuan mayat wanita yang ditemukan di dalam sumur di desa yang sama. Selanjutnya foto korban gantung diri kita tunjukan kepada saksi anak korban/mayat wanita dalam sumur, saksi membenarkan jika yang bersangkutan/mayat korban gantung diri, identik dengan orang yang dijumpai di TKP rumah korban mayat wanita dalam sumur. Dengan ciri hitam, lengan tangan bertato serta telanjang dada,” ungkap Hendri Y Sihotang.

Polisi menduga jika Royanto gantung itu usai melakukan pembunuhan terhadap Risna Wati, Rabu (12/6). “Yang jelas dalam kasus kematian kedua korban kita masih lakukan penyelidikan terkait motifnya,” pungkas Kapolsek Hinai. (rudi)