Kapolres Tapsel saat konferensi pers penangkapan pelaku bentrokan. (foto: reza/metro24.co)

TAPSEL, Metro24.co – Jajaran unit Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), berhasil membekuk 7 pria yang diduga terlibat aksi bentrokan melibatkan dua kampung, Kelurahan Pintu Padang dan Desa Huraba, di Kecamatan Batang Angkola, Jumat (29/5/2020).

Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH SIK MH, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ginanjar Fitriadi SIK, dan Kasubbag Humas, Ipda Asjul Pane, kepada awak media dalam konferensi persnya menerangkan, dari 7 orang yang diamankan, 5 di antaranya diketahui positif menggunakan narkoba.

“Adapun warga positif menggunakan narkoba yang diamankan, yakni IS (positif sabu), RS (positif ganja), RHS (positif sabu), ZA (positif ganja), dan DSP (positif sabu). Kemudian dua pria lain, yakni DCP dan R (keduanya tidak positif narkoba),” terang Kapolres.

Sementara itu, ada 10 pria lain yang diduga terlibat, namun belum tertangkap, sehingga masih dalam proses penyelidikan, di antaranya WH (22), KH (20), IH (21), AN (20), RT (18), DN (19), IWH (23), D (18), AT (19), dan MT (19). Baik yang sudah tertangkap ataupun belum, kesemuanya merupakan warga Desa Huraba.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, para terduga pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari pengeroyokan, pembakaran sepeda motor hingga rumah warga Kelurahan Pintu Padang. Untuk para terduga pelaku pengeroyokan, akan dijerat Pasal 170 ayat (1) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Begitu juga untuk terduga pelaku pembakaran rumah maupun sepedamotor akan dijerat Pasal 187 ayat (1) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” beber Kapolres.

Sebelumnya, pada Selasa (26/5/2020) sekira pukul 17.30 WIB telah terjadi aksi bentrok antar dua kampung, yakni Kelurahan Pintu Padang dan Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola. Aksi bentrokan tersebut bermula hanya karena warga Desa Huraba yang sedang bermain tembak-tembakan mainan tak terima ditegur oleh warga Kelurahan Pintu Padang.

Akibat aksi bentrokan tersebut, arus lalulintas di sekitar dua kampung mengalami kemacetan dan suasana serasa mencekam beberapa saat. Satu unit rumah semi permanen dan satu unit sepedamotor dibakar massa.

Kini, suasana sudah berangsur kondusif dengan pengamanan ketat dari ratusan personel Polres Tapsel, Kodim 0212/Ts, Batalyon 123/Rw, Sat Brimob Den C, serta beberapa unsur pemerintah daerah.(reza/metro24.co)