Kapolda Sumut saat paparan.

MEDAN-M24
Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menyimpulkan, dugaan sementara kematian Golfrid Siregar akibat laka tunggal disertai dengan dugaan tindak pidana lain yakni pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap barang-barang berharga milik korban.

“Dari fakta-fakta yang kita peroleh melalui penanganan lakalantasnya maupun dugaan tindak pidana lain, ternyata hanya kasus pencurian. Untuk dugaan lainnya masih kita selidiki. Yang bisa disimpulkan, korban meninggal karena laka tunggal,” tegas Agus Andrianto pada paparan di Polda Sumut, Jumat (11/10).

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, ada 16 saksi diperiksa terkait kasus ini.
“Korban saat itu pamit dari rumah dan pergi ke rumah pamannya di Jalan Bajak I atas nama Kennedy Silaban. Dari sana dia balik pukul 23.50 WIB dan ditemukan di underapass dalam rentang waktu 00.15 s/d 00.30 WIB. Jadi ada 20 sampai 35 menit jarakanya, saat itu hujan kondisi jalan basah,” ujar Andi Rian.

Andi Rian mengatakan, dari saksi didapati keterangan jika korban keluar rumah mengenakan helm tidak terpasang penuh. Setelah olah TKP dan visum saat korban ditemukan, helm itu berjarak dari posisi korban.

Loading...

“Ada memar di lengan sebelah kiri. Sepertinya ini tertekan helm yang diletak di tangan. Saksi yang dimintai keterangan ini termasuk istri, paman dan teman ‘minum’ korban. Dari perawat rumah sakit menyebut, mulutnya bau alkohol. Kemudian kita bertemu lagi dua saksi, teman minum sebelum korban jatuh,” kata Andi Rian.

Hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Medan yang bermarkas di Polda Sumut juga menyebut isi lambung korban ditemukan cairan positif alkohol.

“Kemudian dari lambung kembali diperiksa, tidak ditemukan narkoba dan yang lain. Cairan lambung positif alkohol. Ini enam hari berselang setelah kejadian, masih ada alkholol. Kemungkinan besar, korban mengkonsumsi alkohol cukup banyak sebelum kejadian,” kata Kalabfor Polda Sumut, Kombes Pol Wahyu Mursadi.

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini menambahkan, dari olah TKP dan keterangan pasangan suami istri, jika saat kejadian ada keramaian warga persis di depan rumahnya. Kemudian pasangan suami dan istri itu melihat ada seseorang tergelatak.

“Saat warga berkerumun, satu becak berputar arah dan membawa korban ke RS Mitra Sejati. Dari tubuh korban, banyak luka-luka di sebelah kanan, kepala dan dari sisi kendaraan. Kemudian pijakan rem belakang sebelah kanan. Stang kanan mengalami gesekan. Ini dugaannya korban jatuh ke kanan,” kata Juliani.

Sementara itu, untuk kasus curat, Polda Sumut mengamankan tiga pelaku yang mencuri barang-barang berharga berharga milik Golfrid. Mereka adalah MS alias K dan FS, keduanya yang melakukan pencurian seperti HP, laptop dan dompet. Sementara satu tersangka lagi berinisial WN, sebagai penerima uang.

“Bahwa ada barang korban seperti HP dan laptop, cincin dan dompet yang hilang. Alhamdulillah, dua hari lalu diungkap. Pelakunya ada lima, dua masih diburu,” timpal Andi Rian.

Barang milik korban yang belum ditemukan yakni cincin, dompet dan satu Hp. Sementara penadah laptop korban adalah seorang ibu-ibu yang masih dilakukan penyelidikan. “Jadi mereka ini awalnya baik untuk menolong, tapi memanfaatkan momen menggelapkan barang-barang milik korban,” tukas Andi Rian.

Sedangkan, salah satu tersangka menuturkan kalau mereka mengambil inisiatif menolong korban untuk membawa ke rumah sakit. Semua barang dimasukkan ke dalam becak, saat itulah niat untuk mengambil barang-barang korban mengalir begitu saja.

“Tas tinggal di becak. Dompet kemudian saya ambil. Laptop dan HP kami jual Rp 550 ribu. Uangnya kami bagi-bagi. Isi dompet Rp 150 ribu. Duitnya kami ambil, dompetnya dibuang ke selokan,” kata FS.

Aktivis Walhi Sumut, Golfrid Siregar, tewas setelah dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, Minggu (6/10). Sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di flyover Simpang Pos Jln Jamin Ginting, Medan, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 WIB. (ahmad)