Jakarta,METRO24- Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran selama kurun waktu 19 Oktober s/d 2 Nopember 2020 menjalankan Operasi Kewilayahan Nila Jaya 2020.

Narkoba merupakan musuh besar bangsa yang menjadi ancaman serius selain masalah terorisme dan korupsi. Dalam catatan, permasalahan narkoba merupakan masalah global yang tergolong ke dalam international crime. Hampir semua negara menjadikan masalah narkoba menjadi musuh bersama.

Dalam rangka menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan sebagai bukti keseriusan Polri dalam memberantas peredaran gelap narkoba serta untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menuju “Jakarta Zero Narkoba“, atau Jakarta bebas dari narkoba, maka Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran selama kurun waktu 19 Oktober s/d 2 Nopember 2020 menjalankan Operasi Kewilayahan Nila Jaya 2020.

Situasi saat acara berjalan.

Dalam Operasi Kewilayan Nila Jaya 2020, telah ditentukan 57 target operasi (TO) yaitu 53 TO orang dan 4 TO tempat. Berhasil diungkap 44 orang dan 1 TO tempat. Dengan tingkat presentase keberhasilan 79%.

Hasil dari Operasi Nila Jaya 2020 berhasil mengungkap kasus sebanyak 275 LP, dengan jumlah tersangka 330 orang, yang terdiri dari 8 orang Bandar, 285 orang Pengedar, dan 37 orang Pemakai. Sedangkan jumlah barang bukti yang disita dari hasil Ops Nila Jaya 2020 : 

  • Shabu : 190 Kg
  • Ganja : 265 Kg
  • Ekstasi : 9.300 butir
  • T. Gorilla : 8,16 Kg
  • Happy Five : 572 butir 
  • Bubuk Ekstasi : 18,51 gram 
  • Obat Baya : 193 butir

“Dari hasil barang bukti hasil Ops Nila Jaya tersebut di atas, dan untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap barang bukti narkoba yang disita, barang bukti tersebut langsung dimusnahkan,” kata kapolda, Irjen. Pol. Nana Sujana.

Dalam pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan dengan cara menggunakan alat insinerator yang bersuhu sangat tinggi, sehingga barang bukti narkotika tersebut, benar-benar habis terbakar serta tidak menimbulkan efek negatif kepada masyarakat disekitarnya.(red/Ali)