Posisi jasad Biyan di TKP>

MEDAN BARU-M24

Kematian Alung Harahap menjadi momok bagi penghuni kos. Suara tangisan perempuan terdengar dari kamar yang terletak di sudut lantai dua itu.

Kasus pembunuhan sadis terhadap Alung Harahap alias Biyan (25) di dalam kamar kos Jln Punak, Kel Sei Putih Timur, Kec Medan Petisah, tepatnya di persimpangan Jln PWS, menemui titik terang. Dalam penyelidikan yang dilakukan petugas Satreskrim Polrestabes Medan dan personel Polsek Medan Baru berhasil mengantongi identitas pelaku.

“Untuk identitas pelaku pembunuhan terhadap AH telah dikantongi. Namun, penyidik belum bisa memberikan informasi lebih jauh karena personel mau mengejar pelaku tersebut,” ucap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto kepada wartawan, Kamis (5/12).

Dadang menambahkan, pelaku pembunuhan yang teridentifikasi berjumlah satu orang. Petugas sedang menyelidiki hubungan pelaku dengan korban.

“Masih kita selidiki apakah pacarnya atau tidak. Namun, kita sudah kumpulkan barang bukti termasuk tulisan-tulisan tangan dari si pelaku yang ada di TKP. Dia menuliskannya dengan darah korban,” tukasnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto juga belum bisa menanggapi informasi jika sebelum ditemukan tewas, korban sempat bertengkar dengan pria yang diduga sebagai kekasihnya.

“Kasusnya masih didalami. Penyidik masih mengumpulkan sejumlah alat bukti. Dari dalam kamar ditemukan ada benda tajam (pisau cutter) yang digunakan untuk membunuh korban,” pungkasnya.

Selalu Keluar Malam
Selama tinggal di kos, Biyan disebut tak memiliki teman dekat. Para penghuni kos juga tak mengetahui kegiatan Biyan.

“Kalau teman dekat dia disini gak ada. Iya hanya kami lah sebagi penghuni kos teman-teman dia. Tapi itu pun kami jarang berkomunikasi, sebatas menyapa aja, karena dia juga jarang keluar kamar,” sebut penghuni kos yang minta namanya tak dikorankan.

“Kalau pagi sampai sore di kamar kos aja dia (korban). Kalau malam, katanya dia sering keluar, tapi ke mana atau sama siapa kami tidak tau. Karena setiap dia keluar sama laki-laki, dia keluar dari gerbang pintu belakang. Sedangkan kamar kami berada di depan,” ungkapnya.

Suara Tangisan dari Kamar Korban Kematian Biyan meninggalkan kisah mistis di kos-kosan yang dihuninya. Salah seorang penghuni kos mendengar suara tangisan dari dalam kamar sudut di lantai II itu.

“Gini, Bang ada teman kami, penghuni kos ini juga. Gak usah lah sebut namanya, Bang. Malam pas kejadian, teman kami ini pulang kerja dan dia masuk dari gerbang pintu belakang. Pas teman kami ini jalan menuju kamarnya, dia mendengar ada suara cewek nangis di atas. Memang saat itu teman kami gak perduli, dia pikir anak kos yang lagi telponan sama cowoknya berantem,” ujar Ica, mengulang cerita temannya tersebut.

Selanjutnya, temannya tersebut pun mendatangi penghuni kos lainnya dan bertanya siapa yang menangis di lantai II.

“Di situ kami langsung merinding dan keluar kamar kos dan langsung duduk di warung depan kos kami,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, warga yang bermukim di Jln Punak simpang Jln PWS Link IV Kel Sei Putih Timur, Kec Medan Petisah digegerkan dengan kasus pembunuhan, Rabu (4/12) pagi.

Seorang wanita muda bernama Alung Harahap alias Biyan (25) ditemukan tewas di lantai 2 rumah kos-kosan dengan kondisi mengenaskan. Luka sayatan benda tajam di tubuhnya, diantaranya di leher dan luka benturan di kepala.

Penemuan korban pertama kali diketahui oleh penghuni kos dan seketika menyebar. Ratusan warga sekitar lalu ramai mengerumuni lokasi kejadian.

Tak lama berselang, petugas Polsek Medan Baru dan Polrestabes Medan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. (tiopan/irwan)