Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si.

MEDAN, Metro24.co – Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, mengatakan bentrokan antara dua desa di Kabupaten Tapanuli Selatan disebabkan permasalahan sepele yang dilakukan oleh sekelompok remaja.

“Penyebabnya karena tidak terima ditegur saat bermain senapan angin sehingga terjadi pertengkaran antara dua desa tersebut,” katanya, Senin (1/6).

Akibat bentrokan itu, Martuani menyebutkan 1 unit rumah dan 1 unit sepeda motor terbakar. “Kini, sudah ada 17 orang yang ditetapkan menjadi tersangka pengeroyokan. 7 diantaranya telah ditahan di Mapolres Tapsel. Sedangkan, 10 lainnya masih dalam pengejaran,” sebutnya.

Martuani menegaskan, akan terus berupaya meredam aksi-aksi serupa terjadi kembali dengan mengaktifkan patroli skala besar dibantu dengan perkuatan dari unsur TNI.

“Hal ini juga diikuti dengan pelaksanakan kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang dilakukan oleh polsek-polsek jajaran untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang remaja yang mengarah kepada perbuatan pidana yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban,” tegasnya.

“Peran keluarga dan orang tua juga sangat diperlukan dalam membentuk pribadi anak-anak dengan memberikan pendidikan di rumah,” sambung mantan Asops Kapolri itu.

Martuani menambahkan, secara umum Kabupaten Deli Serdang, Labuhan Batu, Langkat dan Kota Medan menjadi daerah rawan aksi brutal.

“Saya sudah sampaikan kepada personel jajaran untuk mengaktifkan kembali perkuatan terpadu yaitu patroli skala besar dengan dibantu unsur TNI untuk mencegah aksi-aksi kenakalan remaja khususnya aksi geng motor,” pungkasnya. (aa).