JAKARTA, Metro24.Co – Pelaksanaan tatanan kehidupan normal baru yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo melibatkan personel kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia. Untuk wilayah Ibu Kota, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengemukakan kepolisian akan menjalankan perannya sesuai dengan fungsi selama ini sebagaimana mengawal kebijakan sebelumnya yaitu penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seiring wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Kombes Yusri mengatakan Polda Metro juga akan mengerahkan personel di seluruh Polres wilayah hukum DKI Jakarta dan penyangganya. Saat ini, skenario pengawalan New Normal sudah ada dan masih terus dibahas antara Polda Metro Jaya bersama dengan Kodam Jaya.

“TNI-Polri sudah siap. Kesiapan personel, bagaimana cara bertindak di lapangan sudah kita siapkan semuanya,” kata Yusri, Jumat, 29/5/20. Menurut dia, sebagai gambaran, personel Polda Metro Jaya sudah mengawal PSBB sesuai dengan fungsinya, demikian pula dalam penerapan new normal.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama TNI tengah mempersiapkan titik-titik mana saja yang akan menjadi fokus pengawasan new normal. Sementara ini ada dua sektor yang akan fokus diawasi oleh pihak kepolisian di Ibu Kota.

“Pertama sektor ekonomi apa saja? Pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional udah nggak masalah ya, karena kan sudah buka dari kemarin, karena untuk kebutuhan pokok masyarakat. Nah kalau pasar modern ini mal-mal,” papar Yusri.

“Nah sektor kedua adalah moda transportasi. Apa saja? Misalnya stasiun, bandara, terminal, MRT, LRT, semuanya mana-mana saja? Kan ada stasiun kereta yang sudah buka, tapi belu dibuka dari masing-masing wilayah,” lanjutnya.

Menurut Yusri ada 11 posko di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang rencananya akan dijadikan titik pengawasan new normal. Penerapan new normal ini nantinya tidak akan berbeda jauh seperti pengawasan PSBB.

“PSBB kan juga mengacu protokol kesehatan. di jalan, harus pakai masker, harus bersih-bersih, kemudian pakai hand sanitizer, cara bertindak tidak akan lari dari protokol kesehatan. Mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya. (Ali/metro24.co)
Editor: Arpani