Tersangka yang diamankan

BINJAI-M24
Seorang desersi TNI, H ditangkap dan dijebloskan di ruang tahanan Kantor Subden POM 1/5-2 Binjai. Selanjutnya H akan diserahkan ke Otmil (Oditurat Militer).

“Benar, tadi kami tahan. Dia (H,red) bukan tentara lagi, dia sudah mendapat hukuman tetap. Hukumannya 1 tahun, ditambah hukuman dinas dari TNI,” tegas Dansubden POM 1/5-2 Kapten Agus Setiawan, Senin (7/10).

H ditangkap karena berstatus desersi (pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi dan dilakukan tanpa tujuan kembali). Selain itu, H juga diduga kuat melakukan fitnah terhadap guru SD, Nurainun.

Seperti dituturkan Kepala Dusun IV A Desa Sambirejo, Jefri, H memprovokasi warga untuk menggerebek kediaman Nurainun yang diduga berada bersama Karnoto. H merupakan sepupu dari Nurmawati, istri sah Karnoto. Kepada Jefri, H mengaku menemukan barang bukti narkoba jenis sabu beserta alat isapnya di dalam rumah Nurainun.

Loading...

“Pada malam kejadian itu, awalnya H datang ke rumah saya. Katanya dia mendapat laporan kalau Karnoto ada di rumah Nurainun. Makanya saya dampingi untuk membuktikan kebenaran itu,” beber Jefri.

Karena H mengaku bersama rekannya dari Unit PPA Polres Binjai, Jefri bersedia mendatangi rumah Nurainun. Sesampainya di rumah tersebut, lampu penerangan sudah mati karena sang penghuni rumah (Nurainun) sudah tidur.

“Karena sudah malam, Ibu Nurainun tidak mau membukakan pintu. Tapi H bersikeras mau mendobraknya,” beber Jefri.

Tak ingin terjadi keributan, Jefri memutuskan agar didampingi oleh Babinkamtibmas. “Saya bilang sama H agar didampingi Babinkamtibmas. Tapi tidak diperbolehkan olehnya. Malah H menyuruh saya untuk memanggil warga, tapi saya tetap menolaknya,” beber Jefri.

Tak ingin dipersalahkan, akhirnya Jefri menghubungi dua orang Kadus, yaitu Kadus dari Dusun IV dan Dusun IV B, Desa Sambirejo. Pintu baru dibuka setelah Jefri memanggil kakak dari Nurainun.

Setelah pintu dibuka oleh Nurainun, sambung Jefri, terjadi perdebatan antara H dan Nurainun. Sebab, apa yang telah disampaikan oleh H tidak sesuai dengan penyampaian awal.

Tak hanya masuk, lanjut Jefri, H juga menyuruh rekan-rekannya memeriksa seluruh ruangan dan kamar Nurainun. “Pas mereka masuk, lampu dalam ruangan memang dalam keadaan mati karena memang sudah larut
malam,” ungkap Jefri dibenarkan dua kadus lain.

Kejanggalan mulai terlihat saat rekan-rekan H yang sebelumnya masuk untuk memeriksa isi dalam rumah Nurainun, diperintahkan lagi oleh H untuk keluar dan berkumpul.

“H minta kami (3 orang Kadus-red) untuk memeriksa rekan-rekannya apakah membawa barang berbahaya atau Narkotika. Kami memang memeriksanya dan tidak menemukan apa-apa,” ungkap Jefri.

Karena tidak ditemukan barang berbahaya atau narkotika, lanjut Jefri, H kembali menyuruh rekan-rekannya untuk kembali masuk ke dalam rumah Nurainun.

“Di situlah kami anehnya. Awalnya yang pertama diperiksa tidak ada apa-apa. Tapi pada waktu memeriksa yang keduakalinya, ditemukan barang yang diduga narkoba dan peralatannya di bawah sarung dan sajadah yang kerap untuk sholat dan dibungkus kain berwarna hitam. Yang membukanya kawan H,” beber Jefri, seraya menambahkan jika barang yang diduga narkotika itu ditemukan dikamar Nurainun, tepatnya

Nurainun langsung dibawa ke Polres Binjai oleh H dan rekan-rekannya. Jefri juga menyuruh kakak Nurainun yang bernama Aisyah, menemaninya. Atas kejadian ini Nurainun meminta agar yang bersangkutan dihukum seberatnya. Selain itu saat dilakukan pemeriksaan H positif mengonsumsi narkoba. (sopian).