Petugas saat hendak melakukan eksekusi

KARO-M24

Petugas juru sita Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, melakukan eksekusi terhadap beberapa bangunan yang ada di kawasan Pasar Berastagi, Kamis (8/8). Eksekusi ini berdasarkan putusan dari PN Kabanjahe yang memenangkan Lingen Purba sebagai penggugat, pembanding, dan pemohon eksekusi. Melawan Kobe Bru Barus, Embue Bru Sembiring, Japan Sembiring, dan Merih Bru Sembiring.

Eksekusi ini berdasarkan keputusan nomor 38/Plt.G/1998.PN.Kbj. Dengan kasus sengketa lahan antara Ligen Purba, dengan Kobe Bru Barus dan kawan-kawan.

“Sebenarnya antara pemohon dan termohon sudah meninggal, sekarang tinggal ahli warisnya,” kata Cristian Surbakti.

Loading...

Para pihak tergugat yang tidak terima bangunan rumahnya akan dirobohkan, mencoba menghadang alat berat yang dibawa oleh PN Kabanjahe. Namun, pada saat yang sama personel dari Polres Tanah Karo juga menghadang masyarakat yang ingin menghalangi proses eksekusi.

Akibatnya dua orang pria yang diduga menjadi provokator, sempat diamankan oleh petugas. Namun, keduanya tidak sempat ditahan lama oleh pihak kepolisian. Karena pengacara dari pihak tergugat, meminta untuk melakukan proses damai.

“Tapi karena keduanya juga termasuk pihak termohon, dan mereka mau mengadakan proses negosiasi dengan pihak pemohon, jadi keduanya sudah selesai, langsung kita lepaskan,” ucap Kabag Ops Polres Tanah Karo, Kompol B Sembiring.

Cristian kembali menjelaskan, eksekusi ini sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi Medan per tanggal 4 Juli tahun 2000, dan putusan penolakan kasasi dari Mahkamah Agung per tanggal 26 Mei 2006.

“Total lahan yang akan dieksekusi ada sekitar 1.650 meter, yang di atasnya sudah dibangun 19 rumah termasuk empat ruko yang di depan ini,” ucapnya, didampingi juru sita lainnya Petrus Surbakti.

Dirinya mengatakan, hingga saat ini masih dua rumah yang dieksekusi karena tidak mau berdamai, pihaknya masih menunda proses eksekusi dikarenakan sebagian pihak sedang melakukan perundingan untuk berdamai. (sekilap)