Ketiga tersangka dan barang bukti

KARO-M24

Tiga orang dibekuk petugas Satnarkoba Polres Tanah Karo terkait kasus sabu. Dua orang di antaranya merupakan petani.

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, didampingi Kasat Narkoba AKP Sopar Budiman, menjelaskan ketiga tersangka orang itu adalah Suparno (39), petani, warga Desa Pancur Batu, Kec Merek, Tresno (26), warga Desa Naga Raya Jaya I, Kec Bandar Huluan, Kab Simalungun dan Agus Setiawan alias Wawan (26), petani, warga Pasar II Naga Jaya I Desa Naga Raya I, Kec Bandar Huluan, Kab Simalungun.

Mulanya, Suparno pada Rabu (27/3) sekitar pukul 08.00 WIB menemukan 10 paket besar sabu di sebuah goni putih. Goni terletak di depan kamar No. 5 penginapan TR Aek Popo. Suparno menyembunyikan goni berisi 10 paket sabu tersebut dengan cara menanam di dekat pohon bambu di belakang rumahnya.

Loading...

Esok harinya, Suparno menceritakannya kepada Tresno soal temuannya itu. Tresno meminta 2 paket sabu tersebut. Tresno lalu diperbolehkan mengambil 2 paket sabu dari belakang rumah Suparno. Setelah itu Tresno menghubungi temannya Hilal Siregar. Ia menyampaikan ada memiliki sabu. Pada Jumat (29/3) sekitar pukul 02.00 WIB, Hilal datang menjemput satu paket sabu itu di Aek Popo.

Selain Hilal Siregar, Tresno juga menghubungi Wawan. Namun Wawan menyampaikan tidak bisa datang ke Aek Popo. Ia mengajak bertemu di Desa Tiga Ras Simalungun. Selanjutnya Tresno berangkat menuju Desa Tiga Ras. Lalu menyerahkan satu bungkus besar sabu kepada Wawan pada Jumat (29/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Tresno kemudian pergi ke rumahnya.
Wawan sempat mencari pembelinya sabu. Tak lama, petuga Sat Narkoba menerima informasi adanya peredaran sabu. Sekitar 1 Km dari rumahnya Wawan ditangkap petugas.

Sopar menjelaskan dari penangkapan ketiganya, petugas menemukan sabu sebanyak 9410 Gram. Sabu itu terdiri dari 4 bungkus plastik bertuliskan guanyinwang warna hijau, 4 bungkus plastik bening bertuliskan diamond dan 1 bungkus dibalut dengan lakban warna coklat berbentuk persegi empat. “Kini ketiga tersangka sudah kita jebloskan ke sel,” kata Sopar. (herlin)