Keempat terdakwa di persidangan

PN MEDAN-M24

Empat napi yang menghuni Rutan Perempuan Klas II A Tanjunggusta Medan divonis bervariasi di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (21/8).

Salah satu terdakwa, Nurmalita Sari dihukum selama 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 2 bulan kurungan karena mengedarkan narkotika jenis sabu.

Majelis hakim yang diketuai Jamaluddin berpendapat, perbuatan terdakwa Nurmalita Sari terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arta Sihombing.

Loading...

Sementara tiga terdakwa lain selaku pemakai sabu di dalam sel tahanan yakni Yanti, Siti Rohaya alias Ayu dan Sherly Ulina boru Purba divonis masing-masing selama 1 tahun 8 bulan penjara.

Sebelumnya, JPU Arta Sihombing menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama 2 tahun 6 bulan penjara. Seluruh terdakwa merupakan residivis karena telah menjalani hukuman dalam perkara lain.

Menanggapi putusan tersebut, keempat terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan menerima. “Terima pak hakim,” ucap keempat terdakwa dengan kompak.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, pada 14 Februari 2019, saksi Helen Modesty Pasaribu dan Dora Theresia Tambunan sedang melaksanakan tugas piket jaga di Rutan Perempuan Klas II A Tanjunggusta Medan.

Saat patroli saksi Helen melihat di kamar mandi sel strapsel yang dihuni Siti, Sherly dan Yanti keluar asap banyak. “Ketika sel strapsel dicek, saksi Helen dan Dora menemukan satu set bong. Alhasil, kedua saksi menginterogasi Siti, Sherly dan Yanti,” kata jaksa.

Ketiga napi ini mengaku baru saja mengkonsumsi sabu dan mendapatkan barang haram tersebut dari Nurmalita dengan cara membeli seharga Rp200 ribu. Atas keterangan itu, kedua saksi juga turut mengamankan Nurmalita.

“Saat diinterogasi, Nurmalita mengaku mendapatkan sabu dengan cara membeli dari seorang tahanan anak laki-laki bernama Udin (DPO). Namun, Nurmalita tidak mengenal Udin karena mereka berkomunikasi melalui tembok tahanan perempuan dan tahanan anak laki-laki,” pungkas jaksa.

Sehingga mereka tidak saling melihat. Selanjutnya, kedua saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Helvetia. Alhasil, Nurmalita, Siti, Sherly dan Yanti beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Helvetia guna diproses secara hukum yang berlaku. (ansah)