JAKARTA, Metro24.Co- Kantor Pertanahan Jakarta Selatan menyatakan siap menyesuaikan diri dengan putusan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi 3-16 Juli 2020. Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Selatan Ilyas Tedjo mengungkapkan, layanan instansinya dalam masa perpanjangan PSBB Transisi itu berarti melanjutkan penerapan prosedur tetap (Protap) Kesehatan terutama pembatasan jarak (social and physical distancing), kewajian penggunaan masker, dan cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun di air mengalir.

“Sedangkan untuk teknis layanan pertanahan, kami menggunaan layanan semi online. Artinya mengurangi tatap muka antara warga yang memerlukan layanan dan petugas yang melayani,” kata Ilyas Tedjo di kantornya, Rabu, 1/7/2020. Dengan begitu, sambungnya, jika layanan dapat dilaksanakan secara online, tatap muka akan lebih dibatasi sekaligus mencegah kemungkinan penularan virus corona penyebab penyakit Covid-19.

Untuk jenis layanan yang disediakan, lanjut Ilyas, antara lain hak tanggungan (hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, dan hak rumah susun) yang dapat dilayani secara manual maupun elektronik. Layanan lainnya adalah cessie dan subrogasi (pengalihan tagihan dan pengalihan hak atas tanah, biasanya dalam kredit properti), layanan zona nilai tanah, surat keterangan pendaftaran tanah (SKPT), dan pengecekan sertifikat.

Menurut dia, jenis layanan itu merupakan keperluan warga dan biasanya terkait dengan transaksi bisnis yang menggerakkan perekonomian. Oleh sebab itu, kata dia, Kantor Pertanahan sebagai unit pelaksana teknis layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional harus menyelenggarakannya dengan memperhatikan kebijakan bidang kesehatan seperti PSBB Transisi dan New Normal atau tatanan baru.

Dalam pelaksanaannya, warga yang datang ke Kantor Pertanahan Jakarta Selatan diharuska antre dengan menjaga jarak selain wajib menggunakan masker. Sebelum memasuki wilayah layanan, petugas akan memeriksa suhu tubuh warga dengan thermo gun.

Selanjutnya, di ruang tunggu layanan, tersedia tempat duduk selangseling agar jarak antarpengunjung tetap terjaga. Sedangkan petugas layanan pertanahan menggunakan face shield (perisai wajah) standard kesehatan untuk mencegah penularan virus.

Ilyas berharap layanan instansinya akan tetap lancar dan memuaskan warga yang memerlukan. “Sekaligus dapat menjaga kesehatan kita bersama hingga wabah Covid-19 berakhir,” ungkapnya. (Ali/metro24.co)
Editor: Arpani