Kapolres Asahan saat memaparkan kasus dua aktivit terjaring OTT.

KISARAN-M24

Dua oknum aktivis, berinisial MUD (21) dan EH (42), keduanya warga Kisaran, Kab Asahan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh petugas kepolisian. Keduanya diduga melakukan pemerasan terhadap salah seorang oknum pejabat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Asahan berinisial H.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, Jumat (18/1) mengatakan, kedua pelaku mengancam oknum pejabat Kemenag akan melakukan aksi demonstrasi, apabila tidak diberikan sejumlah uang.

Awalnya, sebut Faisal. kedua pelaku meminta uang sebesar Rp15 juta kepada H. Belakangan disepakati kedua belah pihak sebesar Rp8 juta.

Loading...

“Saat kesepakatan terjadi, tim kita langsung menangkap kedua tersangka dengan barang bukti uang tunai Rp8 juta,” ungkap Faisal saat pemaparan kasus di Mapolres Asahan.
Faisal Napitupulu menjelaskan, untuk kedua tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana pemerasan dan atau menyuruh/turut serta dalam melakukan kejahatan atau mengancam sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 jo pasal 55 atau pasal 335 ayat (1) dari KUHPidana penjara 1 tahun.

Sementara itu, MUD saat diwawancarai, menyampaikan permohonan maafnya atas perbuatan yang dilakukan. “Kepada teman-teman agar tidak melakukan perbuatan seperti diri saya. Sampaikanlah aspirasi dengan baik dan benar,” ucap MUD semabil menundukkan kepala. (deddy)

 

editor: juni ardi tanjung