Kedua tersangka dan barang bukti diamankan.

MEDAN-M24

Dua perampok yang kerap mengincar penumpang angkutan kota (angkot) ditangkap personel Polsek Patumbak. Seorang pelaku lagi masih dalam pengejaran.

“Kedua tersangka ini sudah berulang kali melakukan aksinya terhadap penumpang angkot. Seorang pelaku lagi atas nama Sehat Antonio masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO),” sebut Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi, Rabu (4/12).

Dijelaskan Ginanjar, aksi pencurian dengan kekerasan (curas) ini bekerja sama dengan sopir angkot Medan Bus 135 biru nomor polisi BK 1780 UE, bernama Haris Boster (25), warga Jalan Dame Pasar IV, Marindal II.

Pada Sabtu (30/11), korban Rizky Syahputra (20), warga Jalan Flamboyan Raya, Ling III, Kel Tanjung Selamat, Kec Medan Tuntungan, menaiki angkot tersangka dari Jalan SM Raja, persis dekat jembatan Sungai Denai.

Bersamaan, naik tersangka Khoirul Pasaribu (26), warga Jalan Panglima Denai, Gg Seser dan Sehat Antonio. Karena sudah bekerja sama, sopir memperlambat laju kendaraan. Ketika hanya mereka berempat dalam angkot, tersangka mengeluarkan pisau dan menodong korban.

Namun, setelah diberi Rp20 ribu, tersangka malah merasa kurang. Pisau ditempel ke leher korban dan meminta paksa HP korban. Tak banyak yang bisa dilakukan korban.

“Awalnya, tersangka meminta uang korban untuk membeli tuak dan diberi. Tapi, alasannya kurang, lalu menodong leher korban menggunakan pisau dan merampas HP-nya,” terangnya.

Setelah kejadian itu, korban melapor ke Polsek Patumbak dan petugas melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka ditangkap di sebuah pos OKP di Jalan Panglima Denai. HP korban juga berhasil diamankan polisi.

“Dari tersangka kita sita barang bukti satu unit mobil angkot Medan Bus 135 biru BK 1780 UE dan satu unit HP Vivo type Y5. Tersangka kita jerit pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,” pungkasnya. (ahmad)