Para tersangka kasus pembunuhan Lina.

MEDAN-M24

Dalam tempo 12 jam, personel Tim Gabungan Subdit III/Jahtanras Polda Sumut dan Satres Polres Binjai berhasil mengungkap kasus pembunuhan berlatar perampokan terhadap Lina alias Nui Nui (57), Senin (11/2).Janda etnis Tionghoa yang tinggal di Jln Mesjid Gg Belimbing Lingk III, Kel Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, dibunuh, Minggu (10/2) kemarin.

Polisi terpaksa melumpuhkan satu dari empat tersangka saat penangkapan berlangsung. Tersangka utama Ridwan Wongso (40) warga Jln Zainal Zakse Gg Belimbing, masih satu kelurahan dengan korban ditembak lantaran melawan saat akan ditangkap.

“Ya, kasus tersebut berhasil kita ungkap dalam kurun waktu 12 jam. Saya tegaskan, kasus ini murni aksi perampokan,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, didadampingi Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak dan Kapolres Binjai AKBP Nugroho Try Nuryanto saat memaparkan para tersangka di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Senin.

Loading...

Dijelaskan perwira berpangkat tiga melati emas di pundaknya itu, pengungkapan kasus menyusul penyelidikan polisi di Tempat Kejadiaan Perkara (TKP). Kemudian, Tim Gabungan Subdit III/Jahtanras Polda Sumut dan Satres Polres Binjai dikerahkan memburu pelaku.
Hasil penyelidikan tim berbuah manis. Tim berhasil mengantongi identitas tersangka. Perburuan dilakuan hingga berhasil mendeteksi persembunyian para tersangka.

“Tersangka yang kita amankan pertama kali bernama Ridwan Wongso. Tersangka diringkus di Lingk VIII, Kel Pekan Dolok Masihul, Kec Dolok Masihul, Deliserdang, Senin pukul 06:00 WIB. Dia ini adalah eksekutor pembunuhan dan perampokan terhadap korban,” ungkap Kombes Pol Andi Rian.

Saat proses penangkapan berlangsung, lanjut Andi, tersangka Ridwan Wongso melakukan upaya perlawanan, hingga petugas memutuskan membidik kaki tersangka. Sebelumnya, tim telah memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali ke udara, namun tidak diindahkan tersangka.

Adapun barang bukti yang berhasil disita polisi di antaranya 1 unit TV LED 32 Inchi, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih les biru tanpa plat, 1 unit HP Samsung J2 warna Gold, 1 unit HP Samsung lipat warna putih, cincin emas 3 buah, gelang 1 buah, kalung 1 buah, uang Rp430 ribu, 1 buah topi warna hitam, 1 buah jaket warna abu-abu, celana jeans ponggol, plat sepeda motor BK 5073 RAO, tas ransel warna hitam dan baju kaos lengan pendek warna abu-abu.

Sementara dari pengakuan tersangka Ridwan, pembunuhan dilakukan lantaran korban memiliki utang. Namun, sambung orang nomor satu di Dit Reskrimum Polda Sumut, alasan tersangka hanya mengada-ngada.

“Karena secara ekonomi, korban nyatanya lebih baik dari pelaku. Jadi tidak mungkin korban punya utang dengan pelaku,” terangnya.

Andi menjelaskan, nyawa korban dihabisi pelaku ketika sedang menonton televisi di ruang tamu.”Korban dihabisi dengan sebilah pisau. Setelah itu korban diseret ke kamar mandi,” ujar Andi seraya menambahkan usai menghabisi korban, pelaku kabur dengan membawa harta benda milik korban.

Selain tersangka utama Ridwan Wongso, polisi juga meringkus tiga orang selaku penadah barang hasil rampokan. “Kita juga menangkap tiga penadah harta benda korban. Mereka adalah Adi Juharno Manurung (32), warga Kec Bintang Bayu, Sergai selaku pembeli HP Samsung J2, Budi Agus (25) warga Dolok Masihul, Sergai, pembeli TV & HP Samsung lipat, dan Surianto (43) warga Jln Sudirman, Dolok Masihul, Sergai yang menadah perhiasan emas milik korban.

Seperti diberitakan metro24 kemarin, jasad korban pertama kali ditemukan tetangga bernama Lulu. Awalnya Lulu dihubungi oleh Wandyanto, anak korban, yang sedang berada di Singapura. Saat itu Wandyanto menghubungi HP ibunya. Tapi tidak diangkat.

Lalu Wandyanto menghubungi Lulu dan minta tolong agar melihat ibunya. Tak lama, Lulu kembali menghubungi Wandyanto sembari mengatakan jika Lina tidak membuka pintu rumah walau sudah dipanggil berulang kali.

Wandyanto lantas menyuruh Lulu agar mencari tukang kunci untuk membuka pintu rumah. Setelah pintu berhasil dibuka, Lulu masuk ke dalam rumah. Lulu segera menuju ruang dapur. Saat itulah Lulu terperanjat melihat ceceran darah dan menemukan Lina tewas di kamar mandi. Sekujur tubuh dipenuhi bekas luka tikaman senjata tajam. Bahkan leher korban luka gorok. (ahmad)