Terdakwa di persidangan

PN MEDAN-M24

Andi Kusmana (25) warga asal Ciamis, Jawa Barat tampak lesu saat menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/7) sore.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan menuntut Andi dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Dia dinilai bersalah dalam kasus penyebaran video hoax terkait pencoblosan surat suara oleh KPU Medan.

Dalam nota tuntutannya, JPU Randi juga meminta kepada majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik untuk memberikan hukuman denda sebesar Rp2 juta subsider 2 bulan kurungan.

Loading...

“Perbuatan terdakwa secara sah dan berkeyakinan bersalah melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 a ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE,” sebut JPU Randi.

Usai pembacaan tuntutan, hakim Erintuah Damanik menanyakan kepada JPU mengenai tuntutan yang terlampau ringan.

“Kenapa hanya satu tahun enam bulan dituntut. Ini yang dihina lambang negara (Presiden Jokowi)?” tanya hakim Erintuah mengomentari tuntutan JPU.

JPU Randi yang kebingungan hanya terdiam sembari menganggukan kepalanya saat dilontarkan pertanyaan menohok oleh majelis hakim.

Selanjutnya majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Sebelumnya dikutip dari dakwaan jaksa disebutkan Andi Kusmana ditangkap atas informasi dari Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik pada Maret 2019, lalu.

Terdakwa mengunggah sebuah video disertai dengan caption: KPU Medan digerebek warga sedang mencoblos surat suara 01 kecurangan sudah mulai terlihat secara nyata…keburukan petahana kebusukan rezim jokowi dan koalisinya mulai terbongkar. Penguasa bangsat,”.

Atas informasi yang tidak benar itu, Ketua KPU Sumut menyarankan Ketua KPU Medan melaporkan pemilik akun facebook atas nama Kusmana ke Polda Sumut. Personel Polda Sumut, kemudian melakukan penangkapan. (ansah)