Petan saat berada di ladang.

KARO-M24

Memasuki bulan ketiga tahun 2019, seharusnya petani menanam di ladangnya masing-masing. Namun mereka tidak mendapatkan pupuk bersubsidi yang hilang dari edaran pengencer resmi, karena terkendala dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Seperti yang diungkapkan salah satu pengencer resmi pupuk bersubsidi jenis Petrokimia, R Tarigan. Pupuk bersubsidi jenis NPK Phoska, ZA, SP 36 dan Peroganik sudah 3 bulan kosong dari peredaran. Padahal petani sudah mulai menabur pupuk.

“Untuk menebus pupuk bersubsidi, kami harus mempunyai RDKK. Sementara sudah tiga bulan tidak ada Kapoktan yang mengantarkan RDKK,” katanya, Kamis (28/2).

Loading...

Salah satu Ketua Kelompok Tani Surya Indah mengaku, pembelian pupuk bersubsidi ke pengencer resmi dengan mengajukan RDKK, terhitung seminggu kemudian baru masuk ke pemesan. “Padahal sudah sangat perlu sekali pupuk itu. Selalu dibilang sabar, besok akan disampaikan ke distributor agar pupuk segera diantar. Pembeliannya pun harus gandeng dengan pupuk Poska Plus,” ucapnya meniru ucapan pengecer.

Terpisah, PPL Kec Brastagi ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku, RDKK sudah diserahkan ke Ketua Kelompok Tani, selanjutnya akn diteruskan mereka menebus pupuk bersubsidi tersebut. Pun begitu, nanti saya kasih tau kepada semua Ketua Kelompok Tani, agar segera menebus pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani,” ucapnya. (sekilap)