JAKARTA, Metro24.Co- PERILAKU Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pola hidup masyarakat yang sehat menyangkut Hasil penyuluhan ini adalah terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Pengetahuan anak setelah edukasi meningkat dari 30% menjadi 90% memiliki pengetahuan yang Baik. Sikap yang baik meningkat dari 10% menjadi 93,33% setelah dilakukan edukasi. Anak-anak dapat mempraktikan PHBS dengan baik.

Harapan kedepan diperlukan adanya gerakan anak sekolah peduli PHBS yang akan mempengaruhi usia sebaya dalam menerapkan kebiasaan PHBS. Anak-anak merupakan agen perubahan untuk memberikan edukasi baik untuk diri sendiri dan lingkungannya. Dengan demikian diharapkan PHBS dapat diterapkan pada semua kalangan Usia.

Oleh: Serri Hutahaean1, Nourmayansa Vidya Anggraini 2, Hanifah Nur Jamilah31,2,3Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Penerapan PHBS menjadi hal yang utama dalam mencegah penyebaran penyakit, diantaranya: (1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, (2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, (3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat, (4) Olahraga yang teratur dan terukur, (5) Memberantas jentik nyamuk, (6) Tidak merokok, (7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, dan (8) Membuang sampah pada tempatnya.

Manfaat PHBS di lingkungan sekolah adalah agar terwujudnya sekolah yang bersih dan sehat sehingga siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai ancaman penyakit, meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa, citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua dan dapat mengangkat citra dan kinerja pemerintah dibidang pendidikan, serta menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain. Anak usia sekolah usia 6-12 Tahun sangat perlu diawasi dalam pelaksanaan PHSB karena anak dengan mudah memasukkan makanan ke mulut tanpa cuci tangan terlebih dahulu sehingga hal ini perlu pengawasan yang ekstra untuk menumbuhkan kebiasaan baik dalam PHBS. Anak yang sehat maka pertumbuhan fisik dan psikososialnya akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Upaya mencapai PHBS pada kelompok anak usia sekolah di salah satu RW wilayah Ciracas Jakarta Timur dilakukan dalam bentuk Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FIKES UPNVJ).

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan atau edukasi agar dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan atau Pendidikan kesehatan tentang PHBS kepada anak usia sekolah dengan metode Ceramah dan peragaan pelaksanaan PHBS.  Penyuluhan diberikan menggunakan media Power point dan Leaflet.

Hasil penyuluhan ini adalah terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Pengetahuan anak setelah edukasi meningkat dari 30% menjadi 90% memiliki pengetahuan yang Baik. Sikap yang baik meningkat dari 10% menjadi 93,33% setelah dilakukan edukasi. Anak-anak dapat mempraktikan PHBS dengan baik.

Harapan kedepan diperlukan adanya gerakan anak sekolah peduli PHBS yang akan mempengaruhi usia sebaya dalam menerapkan kebiasaan PHBS. Anak-anak merupakan agen perubahan untuk memberikan edukasi baik untuk diri sendiri dan lingkungannya. Dengan demikian diharapkan PHBS dapat diterapkan pada semua kalangan Usia.(*)

Sumber: Serri Hutahaean1, Nourmayansa Vidya Anggraini 2, Hanifah Nur Jamilah31,2,3Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta