Terdakwa Amiruddin Sinaga saat mendengarkan tuntutan JPU. (foto: hendri/metro24.co)

ASAHAN, Metro24.co – Amiruddin Sinaga (56), seorang pengusaha asal Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), yang terjerat kasus penipuan jual beli lembu, kembali menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Ruang Candra PN Kisaran, Rabu (12/2/2020).

Dalam sidang pembacaan tuntutan terhadap pengusaha kuliner “Pantai Galau” Tanjungbalai itu, dibuka oleh hakim tunggal Nelly Andriani didampingi Panitera, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusmira Fitri Warman.

Dalam tuntutan yang didakwakan pada terdakwa Amiruddin, menurut JPU melanggar Pasal 378 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penipuan. “Penuntut, meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun kurungan,” ujar Gusmira, di hadapan majelis hakim.

Mendengar tuntutan itu, Amiruddin yang bersidang tanpa penasehat hukum itu lalu menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan yang rencananya digelar pada, Rabu (19/2/2020) mendatang.

Sebelumnya, Amiruddin Sinaga ditangkap petugas Satreskrim Polres Asahan pada Desember 2019 lalu atas laporan sejumlah korbannya, salah satu di antaranya Kepala Desa (Kades) Buntu Pane, Manten Aperi Simbolon.

Pelaku disebut membeli 72 ekor lembu kepada Manten seharga Rp943,5 juta. Namun hingga kini, Amiruddin baru membayar Rp238,5 juta. Proses jual beli itu berlangsung dalam beberapa tahap, sejak 27 April 2019. Saat ditagih, terdakwa selalu berkelit, hingga kemudian dilaporkan korban ke Polres Asahan.

Sementara, pada Kamis 2 Januari 2020 lalu, Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu dalam konferensi persnya, mengatakan Amiruddin Sinaga membeli lembu untuk dijual kembali ke sejumlah orang dengan modus berjanji akan melunasinya secara bertahap.

“Hasil penyidikan kami, selain 2 LP (laporan) ini. Ada juga LP Amiruddin di wilayah hukum lain, satu di Batubara, satu di Labuhanbatu dan satu di Tanjungbalai. Tidak tertutup kemungkinan masih ada korban lainnya, jadi bagi masyarakat yang pernah jadi korban bisa buat laporan ke Polres Asahan,” ujar Kapolres Asahan saat itu. (hendri/metro24.co)

 

Editor: H Talib