Jakarta, METRO24.Co- Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku Kasus Menyebarkan Berita Bohong yang dapat menimbulkan kebencian atau keonaran kepada masyarakat melalui Media elektronik

Berawal dari Tim dari Unit 2 Subdit Tipid Siber melakukan Cyber Patrol dan di temukan sebuah tangkapan layar Grup Whatsapp dengan nama “KEDAI KOPI INDONESIA” yang didalamnya terdapat seseorang memposting foto Kapolda Metro Jaya menggunakan pakaian dinas dan di berikan tulisan “Dicari orang ini, Pembunuh bayaran, Segera dihubungi mujafudfisabilillah.

Akhirnya, dari hasil pengecekkan diketahui nomor HP yang mengirim gambar tersebut yaitu 089612618195 dan sudah dalam keadaan mati, Hasil Analisa berkembang ditemukan nomor baru pengirim yaitu 081222290219 dan 08128287931.

Kemudian Tim mendatangi pemegang no HP tersebut dan melakukan introgasi dan pengecekkan. Alhasil, benar HP tersebut yang sering digunakan oleh nomor 089612618295 Namun akun whatsapp dan gambar tersebut tidak ditemukan.

“Selain itu, hasil pemeriksaan terhadap HP tersangka, ditemukan beberapa grup Whatsapp diantaranya “000fakta.berkata” dan “media muslim indonesia” yang terdapat beberapa postingan tersangka yang bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya,” ujar Kombes Pol. Drs. Yusri yunus, Kabid humas polda metro jaya.

Grup tersebut adalah Grup yang berisikan pelajaran agama berupa ceramah, mengaji dan Tausiyah dan berita-berita tentang keagamaan dan tersangka bergabung dalam grup tersebut sekitar pada bulan September 2020

Sedangkan whatsapp grup
“000fakta.berkata” yang di ketahui tersangka juga berisi tentang ilmu agama seperti sejarah islam dan rasul Allah Tersangka bergabung sekitar 2 mingguan dan juga karena keburu terhapus akun whatsapp tersangka ia tidak begitu mengetahui perkembangan
dalam grup tersebut.

Nah, berdasarkan Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, benar adanya bahwa tersangka mengirimkan pesan yang bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya.

Goub whatsapp ini adalah, “media muslim indonesia” yang bertuliskan
pernyataan kapolda metro jaya & pangdam jaya tentang pembunuhan
berencana para syuhada. .Artinya, pembunuh para syuhada adalah polri

Diterangkan lebih kanjut, tindakan aparat tersebut bagian dari penyelidikan & penyidikan polda metro, artinya terprogram. Tindakan aparat tersebut sudah terukur sesuai prosedur. Artinya terencana.

Jadi, kesimpulanbya bahwa tragedi 6 syuhada adalah pembantaian berencana
terprogram dengan izin institusi polri.
Jadi, jangab cuci tangan dengan hanya korbankan bawahan dikirim ke
provpam, tapi seluruh pejabat polri dari kapolri & kapolda metro jaya sampai eksekutor lapangan harus diseret ke
pengadilan HAM.

ayo copot kapolri !! !! !!
ayo copot kapolda metro !! !! !!
ayo copot pangdam jaya !! !! !!

AYO VIRALKAN !! !! !! !! !! !! !!
Dan juga mengirimkan pesan sebagai berikut : boneka perenggut nyawa
Kau di menangkan oleh kecurangan
Kau di dukung oleh pejabat” bajingan
Kau langar hokum sesuai keinginan
Kau bunuh rakyat yg suarakan
Kebenaran.
CKUP SUDAH.!!
MARI BERSATU BANGKIT & LAWAN.!!
Lengserkan.

Dan tersangka juga membenarkan bahwa ia yang mengirimkan pesan di grup whatsapp yang bernama “000fakta.berkata”

Pasal yang disangkakan, pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)’.(Ali)