Zulkifli Tanjung. (foto: Dok. Pribadi)

Catatan: Zulkifli Tanjung

Saya nyaris tak mampu menuangkan kata-kata untuk tulisan ini. Sebuah pengalaman persahabatan yang sangat ‘mengenakkan’. Semoga tidak dialami oleh kawan-kawan yang lain, sebagai tim pemenangan Hefriansyah Noor untuk kembali maju mencalonkan diri sebagai Walikota Siantar.

Saya mengenal Hefriansyah jauh sebelum dia menjadi walikota. Saya mengenalnya saat dia masih menjadi ‘orang’ Evra Sasky Damanik, anak Zulkarnaen Damanik, mantan Bupati Simalungun. Ketika itu, saya masih menjabat sebagai Pemred Metro Siantar.

Persahabatan pun berlanjut hingga saya kembali tugas ke Medan. Bahkan sangkin dekatnya, dia pernah menitipkan uang Rp 20 juta agar saya mencarikan pekerjaan untuknya di Medan.

Tak lama kemudian, dia pun saya dengar mencalonkan diri maju sebagai wakil walikota mendampingi almarhum Hulman Sitorus, tentu saya senang ada kawan lama yang maju jadi pejabat.

Saya pun mengontak Hefriansyah, dan saya katakan saya akan mendukungnya. Selain itu, saya pun katakan bahwa masih ada uang Rp 20 juta yang bisa digunakan untuk perjuangannya.

Saat itu, saya masih menjabat sebagai penanggungjawab di Harian Posmetro Medan. Dengan kewenangan itu, saya pun bebas memberikan space iklan dan berita gratis untuk pemenangan Hefriansyah.

Koran pun saya bagi secara gratis dari Medan saya kirim ke Siantar. Kumala Jaya Putra adalah orang yang saya percaya menyebarkan korannya secara gratis. Tapi sayangnya, hingga hari ini ucapan terimakasih pun tak saya dapatkan dari walikota ini.

Sekali lagi saya katakan, sebenarnya saya berat menuliskan catatan ini, namun saya punya tujuan agar siapapun yang terjun sebagai tim pemenangan agar bersiap-siap. Jangan pernah kecewa jika kelak orang yang kita dukung lupa dengan jasa para pembantunya. (*)