Medan, Metro24.co – Golkar Sumut menggelar pengajian rutin bulanan perempuan Partai Golkar Sumut yang terdiri dari Kesatuan Perempaun Partai Golkar (KPPG) Sumut, Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Pengajian Al Hidayah Sumut.

Menurut Wakil Ketua Bidang Agama DPD I Partai Golkar Sumut, Ali Nafiah Harahap, S. Sos, MM, hal ini digelar dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan kekompakan serta keimanan perempuan Partai Golkar Sumut.

“Kegiatan ini rutin digelar setiap Jumat sore. Kegiatan ini berdasarkan Arahan Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Drs Musa Rajekshah, M. Hum dan merupakan salah satu program
bidang agama Partai Golkar Sumut,” Ali Nafiah, S.Sos, MM, Jumat (26/2) sore.

Kegiatan kali ini dipimpin oleh KPPG Sumut dimana sebelumnya dilaksanakan oleh Pengajian Al Hidayah.

“Untuk bulan depan akan dilaksanakan oleh HWK. Pelaksanaan Pengajian Rutin Bulananan dilaksanakan secara bergantian oleh KPPG Sumut, Al Hidayah Sumut dan HWK Sumut,” ujar Ali.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua KPPG Sumut Hj. Riny Sofyanti, SH, Ketua HWK Sumut, Dr. Julia Maulina, M.Si, ketua Al Hidayah Sumut,Dra. Hj. T. Andromeda, didampingi para sekretaris dan pengurus.

Ali berharap kegiatan ini dapat dihadiri oleh seluruh pengurus KPPG Sumut, HWK Sumut dan Al Hidayah Sumut. “Sehingga terjalin silaturahmi, dan kekompakan di antara perempuan Partai Golkar Sumut,” pungkas Ali.

Kegitan tersebut diawali dengan pembacaan yasin, tausiyah doa bersama dan diakhiri dengan sholat Ashar berjemaah oleh Ustad Daka Juho Simanjuntak.

Ustad Daka dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa sesama muslim/muslimah sebaiknya mampu bersikap saling mengajak dalam kebaikan dan pentingnya sikap peduli terhdap sesama.

“Mengajak dalam kebaikan seperti ajakan sholat saat tiba waktu sholat, menghadiri majlis taklim dan banyak hal lain. Pentingnya sikap kepedulian terhadap sesama, ibadah bukan hanya melaksanakan kewajiban seperti sholat, dan menunaikan ibadah haji tapi juga bagaimana seorang hamba peduli terhadap sesama dengan memperhatikan masyarakat sekitar setidaknya tetangga,” ujar Ustad Daka.

“Jangan sampai berhaji berkali-kali tapi tidak tahu dan tidak peduli ada tetangganya yang kesulitan memenuhi kebutuhan makanannnya.”

Ia juga mengingatkan agar setiap umat manusia hendaknya mengingat dan peduli terhadap anak yatim.

“Selain itu hendaknya kita mengasihi dan menyantuni anak yatim,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu seluruh hadirin tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (*)