Boydo Panjaitan, Anggota DPRD Medan yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan

MEDAN-M24
Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan seorang pria yang terlibat penculikan dan penganiayaan terhadap anggota DPRD Medan, Boydo Panjaitan. Namun, pihak kepolisian masih menyembunyikan identitas pelaku.

“Ya, memang benar, ada kita amankan,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian kepada wartawan, Senin (13/5).

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan barang bukti lainnya. “Masih pengembangan ke pelaku dan barang bukti lain,” ucapnya.

Andi belum mau menjelaskan lebih mendalam terkait kasus ini. “Masih pengembangan, sabar dulu ya,” tuturnya.

Loading...

Sebelumnya, saat penghitungan suara di Hotel Grand Inna, Medan, Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan diculik sejumlah pria. Lalu, dia dipukuli di tempat sepi dan gelap.
Info diperoleh, Boydo diculik saat menjadi saksi pada perhitungan ulang suara di hotel yang terletak di Jln Putri Hijau, Medan, Jumat (10/5).

Dihubungi via selular Minggu (12/5), Boydo mengakui terjadinya peristiwa penculikan tersebut.
“Iya, memang dibawa (diculik). Iya kenal sama orangnya (para penculik),” kata politisi PDIP ini.
Menurutnya, kasus ini sudah dilaporkannya ke Polrestabes Medan pada Sabtu (11/5). Laporan itu tertuang dengan dengan nomor STTLP/1011/V/2019/SPKT Restabes Medan.

Penganiayaan terjadi di lahan kosong Jln Flamboyan Raya, Kec Medan Tuntungan.
“Sudah dilaporkan ke Polrestabes kasusnya, tapi karena petunjuk Pak Junimart Girsang, mungkin akan diminta untuk ditangani Polda,” ucap Boydo seraya mengaku masih mengalami trauma.

Sementara itu, dilansir dari sejumlah media daring, politisi senior PDIP Junimart Girsang tampak marah dengan peristiwa yang menimpa Boydo. Menurutnya, kasus yang menimpa Boydo merupakan aksi premanisme dan tak bisa dibiarkan. “Saya sudah berkomunikasi dengam Mabes Polri untuk mengawal kasus ini,” ucap Junimart, Minggu (12/5).

Junimart pun mengungkap kalau Boydo juga dianiaya. “Saya telepon Boydo setelah dia bebas (dari penculikan). Penuturan Boydo, dia diculik saat rekapitulasi suara, dibawa dengan mobil merah ke tanah garapan. Boydo dipukuli di lokasi sunyi dan gelap. Saya tidak bisa membayangkan kader PDIP diperlakukan begitu,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Junimart melanjutkan, ia lantas meminta Boydo membuat visum dan melaporkan ke Polrestabes Medan. “Boydo sempat tidak mau membuat laporan. Tapi, saya sebagai organ partai meminta dia selaku kader melaporkan ini ke kepolisian,” tutur Junimart.

Junimart menyebut penganiaya Boydo adalah salah seorang calon anggota legislatif DPRD Medan. “Pelakunya seorang caleg. Memang dari PDIP juga. Tapi, hal seperti ini tidak bisa ditolerir. Boydo itu kader PDIP murni. Dia anggota dewan dan pengurus PDIP Kota Medan. Seorang Boydo saja berani diperlakukan seperti ini, bagaimana yang lain? Pandangan saya caleg belum tentu kader,” jelas Junimart. (ahmad/bar)