Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, KBP. Sambodo Purnomo Yogo

JAKARTA, Metro24.co – Seiring dengan kebijakan pembatasan aktivitas, termasuk penutupan kantor pemerintah dan swasta di ibu Kota, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta, memutuskan memperpanjang penangguhan sementara kebijakan ganjil-genap di wilayah Jakarta hingga 5 April 2020.

Semula penangguhan sementara kebijakan ganjil genap diberlakukan selama dua pekan mulai 16 hingga 29 Maret 2020. Kebijakan ganjil genap diperpanjang menyusul dikeluarkannya imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk bekerja di rumah dan membatasi kegiatan di luar rumah.

“Iya betul, peniadaan sistem ganjil genap diperpanjang hingga 5 April 2020,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, Selasa, 24/42020.

Oleh sebab itu, Fahri menegaskan tak ada penilangan selama aturan ganjil genap tersebut dicabut.
“Tentunya penindakan pelanggaran ganjil genap juga ditiadakan,” ungkap Fahri.

Sejauh ini, selama masa penangguhan kebijakan sebelumnya, kepadatan lalu-lintas di kawasan ganjil genap memang berkurang.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan adanya penurunan jumlah kendaraan bermotor yang melintas di ruas jalan protokol Jakarta.
“Dampaknya kemacetan arus lalu lintas,” Kemacetan sudah sangat jauh menurun,” ujar Sambodo, Kamis (19/3/2020) lalu.

Lebih jauh Sambodo menerangkan, penurunan volume kendaraan bermotor mencapai 23-25 persen di sepanjang jalan Jenderal Sudirman hingga jalan MH Thamrin. Ia mencontohkan, kendaraan yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman yang dipantau secara elektronik di Bundaran Ratu Plaza (Patung Pemuda membangun atau patung api di ujung Selatan Jl Sudirman) menunjukkan, pada 11 Maret 2020 masih mencapai 60.864 unit kendaraan.

“Angka menurun pada 18 Maret 2020 menjadi 45.116 unit kendaraan saja, turun sekitar 25 persen,” kata Sambodo.

Begitu juga di lintasan lainnya sepanjang ruas Sudirman-Thamrin. “Rata-rata penurunannya sekitar 20-25 persen,” tandasnya.(ali/metro24.co)

Editor : S Tandang