Penampakan yang diyakini warga sebagai makhluk halus saat pencarian mayat korban. (foto: dokumen warga/mehuli/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Ini cerita mistis di balik penemuan mayat bocah 8 tahun yang tewas terseret arus gorong-gorong. Sempat dilakukan ritual dan terjadi penampakan yang diyakini warga sebagai makhluk halus penunggu gorong-gorong.

Warga di sekitar Dusun IV Perumahan Deli Kencana, Desa Sidomulyo, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, digegerkan dengan penampakan yang diyakini sebagai makhluk halus.

Informasi yang berhasil dihimpun metro24.co di lokasi, kehebohan berawal tenggelamnya, Nazril (8). Bocah Kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ini awalnya terlihat mandi hujan bersama teman-temannya di sekitar kediamannya, Selasa (15/9/2020) sore.

Tiba-tiba, korban masuk ke gorong-gorong dan terseret arus. Begitu mendapat kabar, orang tua korban, Andi (33) dan warga lainnya langsung melakukan pencarian. Mereka menyisir gorong-gorong sepanjang 500 meter.

Tak lama, Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) tiba di lokasi dan membantu pencarian. Pohon bambu yang berjejer di pembuangan air perumahan dipotong petugas untuk mempermudah pencarian. Namun, hingga malam hari, korban tak berhasil ditemukan.

Jasad korban di rumah duka. (foto: mehuli/metro24.co)

Peristiwa ini menarik perhatian warga yang berbondong-bondong ke lokasi. Sebahagian untuk membantu pencarian dan ada yang ingin melihat-lihat. Pada Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 03:00 WIB, salah satu warga melihat keanehan di rimbunan bambu pembuangan air perumahan.

Penasaran, warga mengabadikannya dengan kamera di handphone. Namun, saat diamati, warga justru geger. Tampak di layar kamera bayangan putih seperti nenek-nenek.
“Lama terlihat bayangan itu, Bang. Walau sudah difoto berkali-kali, tetap bayangan itu tidak berubah,” jelas Aldhi (23), salah satu warga yang sempat memoto bayangan tersebut.

 

Tak pelak, hal itu menimbulkan kecurigaan warga jika korban disembunyikan oleh makhluk halus yang diyakini sebagai penunggu gorong-gorong itu. Didorong keyakinan tersebut, warga yang ingin cepat menemukan korban berinisiatif mengerahkan tenaga paranormal.

Tak lama, seorang wanita mengaku Beru Ginting dari Lau Baleng, Kabupaten Karo tiba di lokasi. Setelah melakukan ritual, ia menjelaskan jika korban sudah tewas terbawa arus air hujan.
Dalam pengelihatannya, jasad korban disembunyikan makhluk halus yang sering melintas di sepanjang sungai. Ia lalu meminta ibu korban, Dani (33) memberikan sesajen di rimbunan bambu. Sebagai seorang ibu, Dani pun melaksanakan perintah itu sembari menangis. “Siapa pun penghuni sungai ini yang menyembunyikan anak saya, mohon segera diperlihatkan,” isak Dani.

 

Selanjutnya, sang paranormal terlihat memantrai lokasi bambu agar penghuninya memperlihatkan jasad korban.

“Jasad korban pasti di sini dan penunggunya meminta tumbal,” ucapnya lirih.

Meski semua ritual sudah dilakukan, tetap saja jasad korban tak ditemukan di lokasi. Sekitar pukul 15:45 WIB, keluarga korban akhirnya mendapat kabar jika jasad Nazril telah ditemukan. Hanya saja, jasad korban ditemukan Tim Basarnas dan Baharkam Polda Sumut di sungai menuju persawahan Dusun I Desa Kwala Sememe.
Petugas langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah duka. “Berlumpur jasad korban saat ditemukan, karena nyangkut di rawa rawa,” jelas Ginting (38), warga yang pertama melihat jasad korban.

Kedatangan jasad korban pun disambut histeris keluarga. “Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan dan menerima kematian korban sebagai musibah,” jelas Kapolsek Birubiru, AKP Erlonggena Sembiring. (mehuli/metro24.co)