WF lumpuh akibat ditembak polisi.

KISARAN-M24

Seorang gadis asal Aek Kuasan, Asahan, jadi korban keberingasan pemuda yang dikenalnya via Mesenger. Korban dianiaya dan diperkosa di areal kebun sawit Desa Sengon, Aek Loba. Setelah itu, kreta korban dibawa kabur!

Dalam waktu kurang dari 24 jam, personel Sat Reskrim Polres Asahan bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Pulau Raja meringkus pelaku perampokan disertai perkosaan, Senin (11/2) malam.

Polisi terpaksa menembak kedua kaki tersangka WF (20) warga Lingk VIII Tanah Tinggi, Gunting Saga, Kab Labuhanbatu Utara (Labura) karena melawan dan coba kabur saat ditangkap. Sementara korban, SE (19) warga Rawa Sari, Kec Aek Kuasan, Asahan, masih terbaring lemah akibat perbuatan kejam pelaku.

Loading...

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, melalui Wakapolres Kompol M Taufik, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jahtanras Ipda M Khomaini,, Selasa (12/2) menjelaskan, aksi perampokan dan perkosaan menyusul setelah tersangka berkenalan dan berkomunikasi dengan korban melalui aplikasi Massenger.

Dalam obrolan via Messanger, ungkap Wakapolres, korban meminjam uang kepada tersangka sebesar Rp12 juta untuk modal usaha di Kota Medan. Namun, saat itu tersangka hanya menyanggupi permintaan korban dengan memberikan uang sebesar Rp8 juta. “Itupun tersangka mengajukan syarat, korban harus bersedia diajak berhubungan intim. Setelah sepakat, tersangka dan korban pun mengatur pertemuan,” kata Kompol M Taufik saat ditemui metro24, Selasa sekira pukul 00:30 WIB di RSUD H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut M Taufik, korban menolak ajakan tersangka untuk melakukan hubungan intim. “Tersangka lalu melakukan penganiayaan terhadap korban dengan pelepah sawit dan senjata tajam. Selanjutnya tersangka memerkosa korban,” tutur M Taufik.

Puas melampiaskan hasratnya, tersangka menutupi tubuh korban dengan rerumputan karena menduga korban telah meninggal dunia. Lalu tersangka kabur dengan membawa sepeda motor Honda Supra X dan handphone milik korban.

Wakapolres menambahkan, korban pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi bersimbah darah dan tak sadarkan diri di areal perkebunan PT Socfinfo Afdeling VI Desa Sengon Sari, Kec Aek Loba, Asahan. Warga kemudian melaporkannya ke Polsek Pulau Raja yang langsung melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi korban ke RSU Sumber Waras Aek Loba.

Kapolsek Pulau Raja, Iptu Rianto pescapenemuan korban lalu bekerjasama dengan pihak Sat Reskrim Polres Asahan mengungkap kasus ini.

Setelah mengumpulkan data dan keterangan sejumlah saksi, polisi pun berhasil mengantongi identitas pelaku. Tim lalu melacak keberadaan pelaku.

“Pelaku WF diringkus saat berada di sebuah warung milik warga di daerah Gunting Saga, Labura,” terang Iptu Rianto seraya.
Petugas, kata Iptu Rianto, terpaksa menembak kedua kaki tersangka, karena mencoba kabur saat ditangkap. (deddy)