Tersangka yang diamanakan.

SIMALUNGUN-M24

“Tega kau membunuh orang! Semoga matilah kau”. Demikian umpatan warga ketika menyaksikan pelaku pembunuhan terhadap Elfi Manik (26), keluar dari mobil Toyota Kijang Inova.

“Mate ma ho, mate maho, pambunuh. Tega do ho mambunuh jolma, sai mate ma ho (matilah kau, matilah kau pembunuh. Tega kau membunuh orang, semoga matilah kau),” teriak kaum perempuan kepada pelaku.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan saat adegan prarekonstruksi menyebut pelaku yakni Y Sijabat (26) warga Desa Padang Matinggi, Padangsidempuan. Prarekonstruksi digelar di rumah Elfi di Nagori Laras Dua, Kec Siantar, Kab Simalungun, Senin (7/12) sekira pukul 15.00 WIB.

Loading...

Dijelaskan Marudut, prarekontruksi pembunuhan Elfi Manik berlangsung enam adegan. Dimulai saat pelaku melihat korban yang baru saja diantar pulang pacar.

“Pelaku sebelum membunuh sedang duduk di depan rumah opungnya. Melihat korban masuk ke rumah, lalu mengunci pintu depan, sesaat itu juga pelaku melihat ke dalam rumah,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku mencungkil jendela depan rumah. Setelah terbuka, Y Sijabat masuk ke rumah. Melihat kehadiran seorang pria, korban menjerit meminta tolong. Teriakannya justru menyulut emosi pelaku hingga dia mencekik korban.
Usai mencekik, pelaku membopong tubuh korban menuju dapur. Lalu meletakkan tubuh korban ke dalam kubangan sampah di belakang rumah. Untuk memastikan aksinya aman, dia berjalan menuju arah depan.

Kemudian pelaku kembali ke kubangan sampah. Ternyata Elfi Manik masih hidup. Pelaku melancarkan aksi pencekikan hingga berulang kali hingga korban dipastikan tewas.

Pelaku kembali membopong korban ke arah saluran irigasi yang berjarak 50 meter dari rumahnya. Di saluran air itu, pelaku menghanyutkan korban sembari memegang tubuh korban sejauh 350 meter, hingga sampai di bendungan.

“Di lokasi itu, pelaku membenamkan korban ke air. Agar tidak terlihat orang, pria ini memakai pelepah sawit sebagai alat bantu untuk menenggelamkannya,” ucap Marudut.

Hingga dua hari kemudian, Elfi Manik ditemukan warga tewas dengan kondisi tubuh membengkak, Sabtu (22/12) sekira pukul 17.00 WIB.

Kasus ini terungkap, katanya karena pelaku membawa HP merek Oppo milik korban ke Kota Padangsidempuan.

Selain Y Sijabat, turut diamankan istrinya RS (25). Keduanya diboyong dari Kota Padangsidempuan ke Mako Sat Reskrim Polres Simalungun untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa, pelepah sawit, buku rekening, cincin, kerabu, tas, handphone dan nomor imei.

Penangkapan terhadap Sijabat dipimpin AKP Ruzi, Minggu (6/1) sekira pukul 17.30 WIB.
“Pelaku akan dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup,” tandas Marudut. (john)

 

editor: juni ardi tanjung