Suasana lokasi kejadian

LABUSEL-M24

Warga di seputaran Desa Kampung Padang geger. Dua jasad ditemukan tergantung di Jembatan Talihoran Sungai Kalundang. Ada luka sayatan di masing-masing leher. Korban pembunuhan, kah?

Mayat seorang lelaki dan seorang wanita didapati tergantung di sisi jembatan di Dusun Aek Nauli, Desa Kampung Padang, Kab Labuhanbatu, Sabtu (2/11) pagi. Belakangan diketahui kalau keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Informasi diperoleh, jasad pasutri yang ditemukan di perbatasan antara lahan perkebunan milik warga setempat dengan PT Indospadan Jaya itu diketahui bernama Herman Ginting (58) dan Sarinah (56). Dari data di KTP, keduanya tercatat sebagai warga Dusun Tasik Dua, Desa Pasir Tuntung, Kec Kota Pinang, Kab Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Loading...

Kepala Dusun Aek Nauli, Eduat Hutasoit, mengaku mendapat kabar dari warganya tentang penemuan mayat di bawah Jembatan Talihoran Sungai Kalundang. Mendengar hal tersebut, dirinya langsung bergerak.

Sesampainya di lokasi, ia mendapati dua orang dengan posisi tergantung di samping jembatan. Leher masing-masing terlilit seutas tali yang sama.

Kasat mata terlihat, pangkal tali diikatkan ke besi pembatas. Kemudian, bagian tengah tali dililitkan ke leher Herman Ginting dan ujung tali dililitkan ke leher Sarinah. Sehingga, keduanya tergantung dengan posisi sejajar vertikal. Herman di atas, istrinya di bawah.

Eduat pun memastikan Herman dan Sarinah merupakan pasangan suami istri yang bekerja di lahan perkebunan milik Ny Roma, yang oleh warga setempat lebih dikenal dengan panggilan Toko Roma. Panggilan ini berkaitan dengan usaha lainnya milik Ny Roma, yakni sebuah toko bermerek Toko Roma.

”Setelah sampai di lokasi, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Kepala Desa Kampung Padang. Kami bersama-sama menurunkan kedua jenazah yang pada saat itu tergantung dengan leher terjerat tali nilon. Setelah itu kami pindahkan keduanya ke Perumahan Perkebunan Toko Roma,” jelas Eduat.

Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat H Napitupulu mengakui soal penemuan mayat tersebut. Pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sembari mencari keterangan dari saksi. Ini dilakukan dalam upaya penyelidikan.

“Saat ini masih proses penyelidikan. Masih mengumpulkan barang bukti, apakah mereka korban pembunuhan atau murni bunuh diri,” tuturnya, sembari mengatakan pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi.

Untuk keperluan visum et repertum (VER), lanjut Krisnat, pihaknya membawa mayat pasutri itu ke RSUD Rantauprapat. Hasilnya diketahui, terdapat luka yang terindikasi kuat merupakan sayatan benda tajam, baik di leher Herman maupun istrinya. Panjang luka mencapai 15 milimeter, sementara lebarnya sekira 4 milimeter.

Visum di RSUD Rantauprapat menurutnya masih sebatas visum luar. Mengingat adanya indikasi pasutri itu telah lebih dulu terluka atau dilukai sebelum ditemukan tewas tergantung, maka pihaknya merekomendasikan untuk dilakukan proses visum lebih detail.

“Untuk mengetahui penyebab luka robek di leher dan kematiannya, akan dilakukan otopsi di RSUD dr. Djasamen Saragih (Kota Pematangsiantar),” pungkasnya. (zainal)