Parbetor yang tewas saat berada di rumah sakit.

SIANTAR-M24

Nasib tragis dialami Leonardi Purba (37). Pria pengemudi becak bermotor (parbetor) barang ini menghembuskan nafas terakhir akibat ditabrak truk gandeng. Sebelumnya warga Jln Wakaf Kel Pondok Sayur, Kec Siantar Martoba, Pematangsiantar, ini sempat menjalani perawatan di RSU Vita Insani. Namun karena luka yang diderita cukup parah, Leonardi akhirnya dijemput ajal.

Informasi diperoleh metro24, kecelakaan maut yang menimpa Leonardi terjadi pada Kamis (10/1) sekira pukul 15:40 WIB persis di depan Toko New Bintang Prima di Jln Ahmad Yani Kel Merdeka, Kec Siantar Timur. Sore itu, Leonardi mengemudikan betor barang merk KTM.
Betor yang ditungangi Leornardi Purba melaju dari arah Makam Pahlawan dan hendak ke arah kanan menuju Jln Ahmad Yani. Namun saat berbelok, Leonardi kurang memperhatikan situasi jalan. Saat bersamaan mendadak muncul truk gandeng dari arah Jln Pdt Justin Sihombing atau lebih dikenal nama kawasan BDB. Truk yang melaju dari berlawanan dengan korban itu langsung menghantam gerobak betor korban.

“Korban sempat terseret bersama betornya. Dia mengalami luka lecet di punggung dan luka parah di bagian kepala,” ungkap seorang warga saat ditemui metro24 di lokasi kejadian.
Sejumlah warga lantas berupaya menolong korban dengan membawanya ke RSU Vita Insani. Hanya saja, beberapa saat mendapatkan perawatan mrdis, Leonardi menghembuskan nafas terakhir.

Menyusul tewasnya korban, beberapa personel Unit Laka Polresta Pematangsiantar datang ke RSU Vita Insani. Selanjutnya petugas merujuk jasad Leornardi ke Intalasi Jenazah dan Forensik RSUD Dr Djasamen Saragih untuk keperluan visum.

Kasat Lantas Polresta Pematangsiantar, AKP Septian Dwi Rianto, melalui Kanit Laka Aiptu M Nainggolan yang dikonfirmasi metro24, Jumat (11/1) sekira pukul 16:00 WIB membenarkan kejadian tersebut.

“Sampai saat ini kita masih menyelidiki sopir truk gandeng yang melarikan diri,” kata Nainggolan.

Sementara betor yang dikendarai korban sudah diamankan di Mako sebagai barang bukti kecelakaan. (adi)

editor: juni ardi tanjung