RK diamankan di Mapolres Simalungun. (foto: adi/metro24.co)

SIMALUNGUN, Metro24.co – Bandar narkoba ternyata melakukan regenerasi. Mereka tak hanya merusak masa depan anak bangsa, tapi juga menyiapkan generasi baru sebagai bandar narkoba.

Inilah yang terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Seorang anak di bawah umur, RK (16), ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Simalungun karena menjadi bandar dan pengedar narkoba jenis sabu, ganja, dan pil ekstasi.

Informasi yang dihimpun, Jumat (14/2/2020), dari tangannya polisi mengamankan barang bukti 39 butir ekstasi, ganja 6,40 gram dan sabu seberat 5,08 gram.

Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Eduard Tobing mengatakan, RK ditangkap pada Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 17.00 WIB dari dalam rumahnya di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Selama ini RK sudah memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan formal atau sekolah. “Kita dapat informasi kalau di rumah tersangka RK sering transaksi narkoba. Rumahnya kita gerebek,” kata Eduard Tobing.

Dijelaskan, RK berhasil diamankan tanpa perlawanan dari rumahnya. Selanjutnya, polisi menggeledah rumah itu polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti 1 tas slempang berisi 1 plastik klip besar berisi 30 butir pil ekstasi.

Kemudian, 1 plastik klip sedang berisi 4 butir pil ekstasi, 1 plastik klip sedang berisi serbuk pil ekstasi, 4 plastik klip sedang berisi sabu seberat 5,08 gram, 1 gulungan kertas berisi ganja seberat 6,40 gram, 1 timbangan digital, 1 kaca pirex, 1 sendok dan 1 unit handphone.

AKP Eduar menuturkan, RK mengaku bahwa barang bukti didapat dari orang berinisial YS. Sayangnya, polisi masih gagal menangkap YS. “Kita menduga YS sudah terlebih dahulu mengetahui kedatangan petugas dan langsung melarikan diri,” tukasnya. (adi/metro24.co)

Editor: H Talib