MEDAN-M24

Gagal dalam penyelenggaraan lelang, PLN Sumut lantas menunjuk perusahaan asing sebagai mitra alih daya (outsourcing) untuk building management, berupa pekerjaan rutin pengelolaan gedung: mulai dari kebersihan, pengamanan, sampai urusan teknis perawatan. Konflik kepentingan (conflict of interest) pun menyeruak!

Paket pekerjaan building management diluncurkan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Kantor Induk dengan Nomor: 026.DP/DAN.01.06/RENDAN-WSU/2018, tanggal 02 Oktober 2018. Selanjutnya, proses lelang pun digelar dan memunculkan PT. Sanobar Gunajaya Medan sebagai calon pemenang, sebagaimana tertuang dalam Nota Dinas Pejabat Pelaksana Pengadaan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara No: 273/DAN.02.07/LAKDAN-WSU/2018 tanggal 8 November 2018, Perihal Usulan Calon Pemenang untuk “Pemborongan Pekerjaan Manajemen Building PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Kantor Induk”.

Namun, kemenangan PT. Sanobar Gunajaya Medan kemudian dibatalkan oleh panitia lelang. Alasannya, PT. Sanobar Gunajaya Medan tidak menyertakan Sertifikat Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Umum dalam dokumen penawaran.
Keharusan bagi setiap perusahaan memiliki tenaga ahli K3 umum, sebagai syarat untuk menjadi rekanan pemerintah maupun BUMN dalam pengadaan barang dan jasa, termaktub dalam Peraturan Pemerintah No 50/2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Loading...

Informasi dihimpun Metro 24, pembatalan kemenangan PT. Sanobar Gunajaya Medan mengakibatkan kegagalan penyelenggaraan lelang. Sebab, tak satu pun peserta lelang menyertakan Sertifikat Ahli K3 Umum pada dokumen lelang, sebagaimana halnya PT. Sanobar Gunajaya Medan. Secara resmi, Pejabat Pelaksana Pengadaan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Teguh Sugiarto, melalui surat No: 001.Pm/DAN.02.07/LAKSDAI-UIWSU/2018, tanggal 15 November 2018, mengumumkan gagalnya penyelenggaraan lelang.

Lantas, apa yang dilakukan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Kantor Induk selaku pengguna jasa atau penerima manfaat dari penyelenggaraan lelang paket pekerjaan building management tersebut? Ternyata, PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Kantor Induk menunjuk langsung PT. Integrated Service Solutions (ISS) sebagai mitra alih daya untuk melaksanakan pekerjaan building management hingga saat ini.

Penunjukan PT. ISS itulah yang kemudian memunculkan isu kepentingan! Setidaknya, isu tersebut santer dibicarakan kalangan perusahaan peserta lelang.

Hal paling krusial dibahas adalah, PT. ISS merupakan salah satu peserta lelang. Sama seperti peserta lelang lainnya, perusahaan alih daya yang didirikan pada 1901 di Copenhagen, Denmark, itu juga dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi, lantaran tidak melengkapi dokumen penawarannya dengan Sertifikat Tenaga Ahli K3 Umum. Bahkan, nilai penawaran PT. ISS merupakan yang tertinggi dari seluruh peserta lelang dan jauh melebihi harga perhitungan sendiri (HPS) panitia tender. (gunawan)