Omak-Omak demo keyboard bongkar .

SEIRAMPAH-M24

Omak-omak Dusun II Desa Pematang Ganjang, Kec Sei Rampah, Sergai, Senin (8/7) sekitar pukul 21:00 WIB ‘membongkar’ paksa keyboard erotis yang sedang manggung. Hiburan organ tunggal (Keyboard) menampilkan biduan seksi menari erotis dan sekali-kali memamerkan buah dada (Bongkar) ini dihentikan paksa omak-omak.

Mereka kesal lantaran penampilan para biduannya dianggap tidak senonoh. Awalnya hiburan organ tunggal yang manggung pada pesta ulang tahun itu hanya menampilkan gaya biduan yang biasa saja. Namun sekitar pukul 22:00 WIB, penampilan biduan berbusana seksi itu semakin menari erotis membuat para penonton yang rata-rata remaja semakin mendekat dan berkerumunan. Hal ini membuat warga yang rata-rata kaum ibu itu langsung keluar rumah dan menghentikan paksa hiburan organ tunggal tersebut.

Sekitar puluhan kaum ibu itu berteriak meminta pemain organ tunggal untuk menghentikan musik dan membubarkan diri. Tuan rumah yang memiliki hajatan pesta ulang tahun tidak bisa berbuat banyak, semakin banyaknya kaun ibu yang memadati lokasi hiburan membuat Polsek Firdaus langsung turun tangan mengamankan lokasi. Akhirnya, hiburan organ tunggal itu dihentikan dan dibubarkan.

Loading...

Bu Misnah (48) warga setempat mengatakan aksi biduan yang tidak senonoh itu sangat merusak generasi bangsa yang rata-rata penontonnya anak-anak di bawah umur, bahkan biduan yang berpakaian seksi sengaja mengeluarkan payudaranya untuk dipegang-pegang penonton. “Inikan merusak generasi bangsa kami ibu-ibu sangat tidak setuju dengan hiburan seperti itu,” teriaknya.

Senada juga dikatakan ibu-ibu lain. Mereka meminta pihak pemerintah segera mengambil tindakan untuk menertibkan hiburan yang merusak moral anak-anak khususnya anak sekolah. “Kami meminta Pemkab Sergai mengambil tindakan untuk menghentikan segala hiburan organ tunggal yang menampilkan biduan seksi serta sampai larut malam,” teriak ibu-ibu kembali.

Terpisah, Kasat Pol PP Kab Sergai, Drs Fajar Simbolon MSi kepada M24 mengatakan Pemkab telah mengeluarkan Perda Nomor 26 Tahun 2008 tentang ketertiban umum pelanggaran hiburan organ tunggal dengan menampilkan biduan seksi atau keyboard bongkar. Dalam hal ini Kasat Pol PP mengimbau seluruh masyarakat untuk memahami aturan tersebut, mengingat pihaknya juga sudah beberapa kali menangani kasus yang sama dengan memanggil penyelenggaran hajatan dan pemilik hiburan.

“Kita juga sangat menyayangkan masih ada yang berani menghadirkan hiburan yang melanggar Perda itu kita juga akan tetap melakukan kontrol serta penindakan jika masih ada lagi warga yang tidak mentaati aturan tersebut,” papar Kasat. (darmawan)