Kedua terdakwa mendengarkan tuntutan

PN MEDAN-M24

Terlibat peredaran sabu seberat 15 kilogram, seorang oknum polisi bernama Sofiyan bersama rekannya Alawi Muhammad alias Otong dituntut masing-masing 20 tahun penjara, dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/7) sore.

“Meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menghukum terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka terdakwa dipidana 6 bulan kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mutiara Delima di hadapan majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop.

Dalam dakwaan disebutkan Sofiyan merupakan warga Jln Yos Sudarso Gang Walet, Kel Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Sementara Alawi beralamat di Jln Sudirman KM 6, Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Loading...

“Terdakwa bersalah melanggar perbuatan yang diatur dalam Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” urai JPU.

Sofiyan dan Alawi ditangkap di Jln Asahan Sangnawaluh, Kel Siopat Suhu, Kec Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, pada Minggu (20/1/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. Mereka kedapatan membawa dua tas berisi total 14,87 Kg sabu-sabu. Satu tas memuat 12 bungkus berisi 11,976 gram sabu-sabu, sedangkan satu lagi berisi 3 bungkus sabu-sabu dengan berat bersih 2,994 gram.

Kedua terdakwa menggunakan mobil Toyota Rush warna abu metalik BK 1486 PJ milik Sofiyan untuk membawa sabu-sabu dari Game Zone di Jln Ahmad Yani, Tanjungbalai. Mereka akan menyerahkan barang haram itu kepada seseorang yang belum dikenal di Pematangsiantar. Belum sempat menyerahkan narkotika itu, mereka ditangkap tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.

Usia persidangan, kedua terdakwa akan menyiapkan nota pembelaan yang akan dibacakan pada sidang pekan depan.

Pantauan wartawan, selama mendengarkan tuntutan, oknum polisi berpangkat Brigadir itu malu difoto wartawan. Begitu juga dengan rekannya. Keduanya langsung memalingkan wajah saat kamera wartawan menyorotnya.

Saat digiring kembali ke dalam sel tahanan, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kedua terdakwa. Mereka hanya menundukkan kepalanya. (ansah)