Maswanto di Polres Siantar

SIANTAR-M24

Pria ini bergegas memasang ikat pinggang dan celana saat pintu rumah tiba-tiba dibuka istri dan anaknya. Selingkuhannya buru-buru lari ke kamar mandi untuk memakai celana.

Pria yang digerebek itu adalah Mas (49), warga Jalan Patimura, Kel Tomuan, Kec Siantar Timur. Ia tertangkap basah bersama selingkuhannya LI (45) di salah satu rumah kontrakan di Kel Naga Pita, Kec Siantar Martoba, Selasa (9/4) sekira pukul 11.00 WIB.

Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) digerebek istrinya El dan anaknya. “Orang ini tadi mau gituan. Karena kami gerebek, buru-buru pakai ikat pinggang dan celana. Perempuan itu juga sambil lari pakai celana sampai kelihatan celana dalamnya,” jelas El.

Loading...

Penggerebekan itu membuat perhatian warga sekitar. Mas hanya bisa tertunduk malu. Dia sempat bergumul dengan anaknya karena mencoba kabur. “Jangan berasalan mau kencing. Kalau mau kencing, kencingkan saja di situ mas. Gak apa-apa,” kata El yang merupakan pengusaha salon.

“Gak tobat kau ya, mas. Karena kau, aku pernah kena kista. Kau ciumi lagi tadi perempuan itu,” teriak El sembari menangis.

El membeberkan selama 6 tahun, Mas tak pernah menafkahi dirinya dan kedua anak mereka.

“Gajinya gak pernah tau. Justru, aku yang membiayai. Berarti, perbuatan orang ini akulah yang biaya. Karena, selama 6 tahun tak pernah menafkahi dan pernah juga sama janda, tapi sudah meninggal,” papar El.

Tak berapa lama, sejumlah personil Polsek Martoba tiba di lokasi. Mas diboyong menaiki mobil patroli. Mas saat akan diboyong mencoba menutup wajahnya dengan jaket. Sedangkan, LI dibawa dengan menaiki sepeda motor patroli yang dikemudikan Babhinkamtibmas.

Ketika akan diboyong dari dalam rumah kontrakan, puluhan warga yang menyaksikan dari luar meneriaki LI sebagai perebut laki orang (pelakor).

“Wooo pelakor. Gak tau malu kau. Suami orang pun kau rebut,” teriak puluhan warga.
Kapolsek Siantar Martoba Kompol D Sirait, saat ditemui menyampaikan Mas dan LI telah diserahkan ke Sat Reskrim Polres Siantar. “Karena di Polsek kan tak ada unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak),” jelas mantan Kanit Polsek Perdagangan ini.

Terpisah, Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Kasubag Humas Iptu Resbon Gultom, saat dikonfirmasi mengatakan penyidik sedang meminta keterangan dari keduanya. (adi)