Keempat terdakwa di persidangan.

PN MEDAN-M24

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vina Monika, menuntut empat terdakwa pelaku penyerangan dan penganiayaan di loket bus Koperasi Bintang Tapanuli (KBT) dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Keempat terdakwa, Sanggup Silaban, Ricky Silalahi, Gidion Tambunan dan Frengky Sinambela terlihat lesu mendengarkan pembacaan tuntutan itu di ruang Cakra V, Pengadilan Negeri (PN) Medan, (8/7).

“Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman masing-masing 3 tahun dan 6 bulan penjara,” ujar JPU Vina di hadapan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik.

Loading...

Dikatakan JPU dalam tuntutannya, para terdakwa merusak dan memukuli orang yang ada di loket tersebut dengan menggunakan bambu, peristiwa itu terjadi pada Februari 2019 di Loket Bus KBT Jln SM Raja, Kel Harjosari I, Kec Medan Amplas.

“Mereka memukuli korban Madia Siagian, Sentosa Silitonga, Charles Silitonga dan mobil KBT yang sedang parkir di halaman kantor,” beber JPU.

Sebelum kejadian, lanjut JPU, terdakwa Sanggup Silaban ditemui Sikumis Pasaribu (DPO) di simpang Terminal Amplas, untuk mengajak bekerja melakukan penyerangan. Dengan menaiki angkot mereka pun berangkat.

Namun, tak disangka di dalam angkot, sudah ada teman terdakwa lain yang akan ikut melakukan penyerangan.

Mereka ke loket awalnya bermaksud, untuk meminta uang keamanan. Namun karena tidak diberikan, mereka melakukan penyerangan.

“Sikumis Pasaribu kemudian memberikan satu persatu sebilah bambu, dan tiba di loket mereka langsung turun untuk merusak dan memukuli orang yang ada di loket tersebut dengan bambu,” ungkap JPU.

Setelah melakukan penyerangan, mereka pun kabur. Pada Maret 2019, keempat terdakwa diamankan Personel Polrestabes Medan. Sedangkan 4, rekan mereka yang lain belum berhasil ditangkap. “Perbuatan keempat terdakwa tersebut diancam pidana Pasal 406 ayat I KUHPidana,” pungkas JPU.

Atas tuntutan JPU, keempat terdakwa akan menyusun nota pembelaan (pledoi) yang akan dibacakan pada persidangan Senin pekan mendatang. (ansah)