Dua pelaku perampokan getah yang ditembak polisi

SIMALUNGUN-M24
Polres Simalungun berhasil meringkus dua dari lima pelaku perampokan truk getah di jalan lintas Siantar-Parapat, persisnya di Nagori Dolok Parriasan, Kec Jorlang Hataran, Simalungun, Selasa (1/10) lalu.

Keduanya Jumadihot Sigiro dan Jasper Freddi Sinaga.

“Kita tangkap Jumat malam. Salah satu pelaku (Jumadihot, red) mengaku polisi saat menjalankan aksinya,” ucap Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu dalam konferensi pers, Senin (7/10) sekitar pukul 13.30 WIB.

Informasi diperoleh, Jumadihot diringkus dari sekitar kediamannya di Huta Lumban, Kec Dolok Panribuan, Simalungun. Sementara Jasper Freddi Sinaga diamankan dari rumahnya di Simpang Kawat, Nagori Dolok Parmonangan, Kec Dolok Panribuan, Simalungun. Keduanya terpaksa dihadiahi timah panas.

Loading...

“Kita tembak karena berusaha melarikan diri saat ditangkap,” kata Heribertus.

Selain kedua perampok itu, seorang penadah getah bernama Bahrum Lubis juga diringkus. Tiga pelaku lainnya, yakni berinisial JS, AS dan R, masih dalam pengejaran.

Perampokan berawal Rindu Hutagalung, mengendarai truk Colt Diesel BB 8691 NC datang dari arah Siantar menuju Parapat. Saat itu Rindu ditemani rekannya, Dasrim Siregar (40).

Saat melintas di jalan lintas Siantar-Parapat, persisnya di Nagori Dolok Parriasan, Kec Jorlang Hataran, Kab Simalungun, truk diberhentikan sejumlah pelaku yang mengaku anggota polisi dari Polres Simalungun. Rindu dan Dasrim kemudian disuruh turun dari mobil. Selanjutnya, para pelaku pergi membawa truk dan meninggalkan kedua korban. Rindu pun langsung bergerak ke Mapolsek Balata untuk melaporkan peristiwa itu.

Personel Unit Jahtanras yang mendapatkan informasi langsung melakukan pengejaran. Hasilnya, Selasa sore, truk itu berhasil ditemukan di sekitaran Mandoge, Kab Asahan. Sayangnya, barang-barang seperti getah karet seberat 5,5 ton dan uang Rp4juta raib dari dalam truk. (adi)