Tersangka penganiayaan yang diamankan.

TANJUNGBALAI-M24

Dilerai ketika berkelahi, nelayan ini justru tambah mengamuk. Seorang oknum aparat dipukulinya menggunakan pistol mancis.

Kasus penganiayaan tersebut bergulir ke Polres Tanjungbalai. Tim Gurita Polres Tanjungbalai kemudian menangkap nelayan tersebut.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Minggu (20/1) menjelaskan, tersangka penganiayaan itu yakni Fahri Hamdani Nasution (32), warga Komplek Pahlawan Indah, Jln Pattimura, Kec Tanjungbalai Selatan, Tanjungbalai.

Loading...

Penangkapan terhadap Fahri berdasar laporan pengaduan dari Ade Lemgi Syaputra (44), warga Komplek Lumbalumba, Kec Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, sesuai dengan nomor laporan polisi: LP/376/XII/2018/SU/RES. T. BALAI, tanggal 30 Desember 2018. Fahri ditangkap petugas kepolisian, Sabtu (19/1) malam. Dari tangan Fahri, petugas mengamankan barang bukti berupa pistol mancis.

Penganiayaan itu terjadi di Jln Jenderal Sudirman Km 7, Kec Datuk Bandar, tepat depan Cafe Winda. Saat itu, terjadi perkelahian yang melibatkan Fahri. Melihat hal itu, korabn yang melintas mencoba melerai. Namun Fahri bersama teman=temannya, malah mengeroyok korban. Fahri juga menodongkan senjata yang belakangan diketahui adalah mancis ke wajah korban. Selepas itu, Fahri dan teman-temannya melarikan diri. Pengeroyokan membuat oknum aparat tersebut mengalami luka di bagian mata dan dada.

Ahmad Dahlan melanjutkan, Fahri ditangkap di rumahnya, berikut barang bukti berupa mencis menyerupai pistol. “Tersangka sudah dijebloskan dalam tahanan Mapolres Tanjung Balai,” ujarnya. (ambon)

editor: juni ardi tanjung