Pelaku diamankan.

BELAWAN-M24

Teguh Kristiyono jadi urusan polisi. Dibantu sang ibu dan abang, anak Martubung ini menguras pacarnya Dina hingga Rp200 juta.

Jatuh cinta kerap membuat orang kehilangan akal sehat. Seperti lirik lagu almarhum Gombloh, ‘kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat’.

Demikian halnya Dina (36). Warga Kel Banten, Kota Medan ini terpikat dengan foto dan tutur kata Teguh Kristiyanto (38) di akun facebooknya. Ia bahkan rela melakukan hal yang tak pantas. Meskipun berakhir pahit.

Loading...

Seperti dituturkan kepada metro 24 di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (10/7) siang, Dina mengaku kenal dengan Teguh Kristiyanto yang mengaku sebagai warga Cingwan, Kel Martubung, Kec Medan Labuhan melalui media sosial sejak 3 Maret 2018. Ketika itu Dina bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab saudi. Sementara Teguh berada di Medan.

Melihat foto profil seorang pria bertampang parlente yang dipajang Teguh, Dina pun kesemsem. Ditambah lagi Teguh mengaku sebagai orang kaya. Keduanya lantas sepakat menjalin hubungan jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan LDR (long distance relationship). Untuk menghemat biaya, komunikasi intens mereka lakukan via media sosial (medsos), WeChat.

Dina kian terbuai dengan Teguh yang memang pintar merangkai kata layaknya seorang pujangga. Apalagi Teguh menyampaikan keinginan untuk menikahi Dina begitu kontraknya sebagai TKW di negeri minyak itu berakhir.

Meski belum pernah bertemu, Dina percaya penuh. Ia pun mulai mengirim sejumlah uang yang diminta Teguh dengan alasan untuk mempersiapkan biaya hidup setelah menikah kelak. Terakhir Dina yang sudah kembali ke tanah air mengirimkan uang kepada pelaku dari ATM (anjungan tunai mandiri) BNI (Bank Negara Indonesia) di kawasan Belawan. Total uang yang telah dikirim lebih dari Rp207 juta.

Tak hanya meminta uang, Teguh juga membuat Dina tak berdaya menolak ketika disuruh berbuat tidak senonoh. Seperti membuat dan mengirim video bugil Dina kepada Teguh. Belakangan video bugil tersebut digunakan Teguh untuk menguras Dina. Teguh akan menyebarkan video bugil Dina ke medsos jika tidak mengirimkan uang.

“Hubungan pacaran sudah berlangsung satu tahun lebih. hingga saya mengambil cuti pulang ke tanah air untuk bertemu dengan pelaku membicarakan acara resepsi pernikahan. Saya tidak pernah curiga pada saat pelaku meminta uang kepada saya,” ungkap Dina.

Keluarga yang mengetahui itu curiga jika Dina sudah menjadi korban tindak kejahatan pelaku. Sang ibu, Omah, lantas membawa Dina membuat laporan polisi ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Laporan korban tercatat dengna nomor: STTLP/207/VII/2019/SPK-Terpadu.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polres Pelabuhan Belawan mengamankan pelaku dari Jln Letda Sujono, Kec Medan Tembung. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku dalam menjalankan aksinya dibantu oleh ibu dan abangnya. Dimana pelaku mengondisikan agar ibu dan abang kandungnya membenarkan semua cerita kepada korban. Dengan demikian korban semakin percaya kepada pelaku.

“Pelaku sedang kita periksa. Berdasarkan keterangannya, pelaku mengakui ada meminta uang kepada korban untuk modal nikah,” ucap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra SIK. (syamsul)