Ketiga terdakwa mendengarkan dakwaan.

PN MEDAN-M24

Hajab kali, dibutakan oleh uang, seorang oknum guru di NAD menjadi budak sindikat narkoba. Mukhtaruddin alias Tar (32) warga Gampong Meunasah Pante, Kec Baktiya Barat, Kab Aceh Utara nekat mikul 10 Kg sabu demi upah Rp30 juta, itupun kalau pesanan berhasil sampai ke tangan pemesan.

Hal itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren membacakan surat dakwaannya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 8, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (11/2) sore.

“Bahwa ia terdakwa Mukhtaruddin alias Tar bersama dengan dua orang temannya M. Yusuf alias Usuf dan Mahardi Nurdin alias Mahdi (berkas terpisah) pada 11 Oktober 2018 bertempat di Stasiun Bus Simpati Star Jln Gagak Hitam Ringroad, Medan tanpa hak dan melawan hukum melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I bukan tanaman beratnya lebih 5 gram atau berat netto 10.000 gram,” ucap JPU Anwar.

Loading...

Lebih lanjut JPU Anwar mengatakan, terdakwa Usuf dihubungi oleh Mahdi dengan mengatakan supaya dia menunggu di stasiun Bus Simpati Star Medan karena ada kerjaan untuk membawa barang (sabu).

“Saat itu terdakwa Mahdi sudah berada di Bus Simpati Star menuju ke Medan. Kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, bus datang dan terdakwa Usuf bertemu dengan Mahdi,” beber Jaksa dari Kejatisu itu.

Kemudian setelah bertemu, terdakwa Mahdi mengatakan, “Ini ada kerjaan ngantarkan barang (sabu), nanti tunggu kabar dari saya kemana barang (sabu) tersebut diserahkan, upahnya Rp30 juta. Nanti akan kita bagi”.

“Selanjutnya terdakwa Usuf menghubungi terdakwa Mukhtaruddin dan mengatakan untuk datang ke Stasiun Simpati Star. Sekitar pukul 21.00 WIB terdakwa Mukhtaruddin datang dengan menggunakan sepeda motor. Terdakwa Mahdi langsung menyerahkan tas rangsel kepada terdakwa Usuf,” kata JPU Anwar.

Masih di dalam dakwaannya, JPU Anwar melanjutkan, kemudian terdakwa Usuf naik ke boncengan Mukhtaruddin untuk pergi meninggalkan stasiun. Namun, sepeda motor mereka langsung distop petugas Polda Sumut.

Saat diperiksa, dari dalam tas rangsel tersebut ditemukan sabu seberat 10 kg. Selanjutnya petugas kembali meringkus terdakwa Mahdi yang hendak pulang ke Aceh. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas JPU Anwar. (ansah)