Tersangka digiring petugas

KISARAN–M24

Muhamad Maza Arzula dan Rinaldi Nurmansyah tersungkur. Kaki keduanya ditembus timah panas petugas setelah melakukan pencurian di rumah ibadah.

Tiga pria tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil dibekuk petugas gabungan Polsek Air Joman dan Tim Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Asahan. Dua diantaranya ditembak.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH didampingi Wakapolres Kompol M Taufik dan Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK dalam paparan di Polres Asahan, Selasa (27/8) sore menjelaskan, para tersangka adalah Muhamad Maza Arzula (20) dan Rinaldi Nurmansyah (30) keduanya warga Kec Kualuh Ledong, Kab Labuhanbatu Utara (Labura) dan Zainal Damanik (33), warga Kec Tanjung Tiram, Kab Batubara.

Loading...

Pencurian sepedamotor itu sendiri terjadi Senin (26/8) subuh, di halaman Masjid Taqwa, Dusun 3 Desa Punggulan, Kec Air Joman, Kab Asahan. Adalah korban, Sulaiman (53) berangkat dari rumah dengan mengendarai Honda Supra X 125 dengan nomor polisi BK 4477 QJ. Setelah memarkirkan sepedamotornya, Sulaiman masuk ke Masjid Taqwa untuk melaksanakan Solat Subuh berjamaah.

Melihat korban sudah masuk ke masjid, tersangka Maza langsung beraksi. Ia membobol sarang kunci sepedamotor korban dengan menggunakan kunci T. Naas aksinya diketahui oleh warga yang langsung mengamankannya. Selanjutnya tersangka diserahkan kepada personel Polsek Air Joman yang sedang melakukan patroli.

Petugas Polsek Air Joman dan Tim Jatanras Satreskrim Polres Asahan kemudian melakukan pengembangan dan meringkus tersangka lain yang bernama Rinaldi. Namun, pada saat melakukan penyelidikan, tersangka Maza dan Rinaldi melakukan perlawanan terhadap petugas dan berusaha melarikan diri.

Tembakan peringatan ke udara tak dihiraukan keduanya. Tak pelak, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur, dengan cara melumpuhkan bagian kaki kedua tersangka dengan timah panas. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka Zainal, yang berperan sebagai penadah barang curian.

“Para pelaku ini selalu melakukan aksinya mencuri sepeda motor di halaman masjid. Dari pengakuan para tersangka, mereka sudah beraksi mencuri sepeda motor sebanyak 15 kali di wilayah hukum Polres Asahan yang semuanya di rumah ibadah,” ungkap Faisal Napitupulu.

Dari ketiga tersangka, lanjutnya, petugas berhasil mengamankan barang bukti dua unit sepedamotor dan satu kunci letter T, yang digunakan untuk merusak kunci kontak sepeda motor.

“Para pelaku ini selalu memanfaatkan kelengahan korbannya saat sedang solat. Jadi mereka selalu mengincar masyarakat yang sedang beribadah. Ketiganya diduga kawanan spesialis pencuri sepedamotor di rumah ibadah dan kami masih melakukan pengejaran terhadap seorang tersangka lain yang identitasnya sudah diketahui,” tegas mantan Kapolres Nias tersebut.

Faisal Napitupulu juga mengimbau masyarakat yang pernah kehilangan sepedamotor saat beribadah, agar segera membuat laporan kehilangan. “Bagi warga Asahan yang pernah kehilangan sepedamotor di mesjid, diharapkan agar segera membuat laporan polisi di Polsek ataupun di Polres Asahan. Agar bisa segera ditindaklanjuti semua pelakunya,” pungkasnya. (hendri)