Kadis Kominfo Labuhanbatu, M Ihsan Harahap

MEDAN-M24
Masyarakat Demokrasi Pembangunan (MDP) Labuhanbatu mendesak agar aparat berwajib menginvestigasi penggunaan anggaran di Dinas Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) Labuhanbatu. Seiring itu, organisasi kemasyarakatan ini meminta bupati mengevaluasi keberadaan M Ihsan Harahap selaku Kepala Dinas
(Kadis) Kominfo Labuhanbatu.

“Kita menduga ada penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi atas pelaksanaan sejumlah kegiatan di Dinas Kominfo Labuhanbatu yang menggunakan
anggaran PAPBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2019. Kita minta aparat berwajib menginvestigasi untuk menguji dugaan ini. Kita juga
minta bupati mencopot Kadis Kominfo Labuhanbatu,” ujar Ketua MDP Labuhanbatu, Dahlan Rambe kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa
(29/10/2019).

Menurut Dahlan, dugaan tersebut muncul setelah pihaknya menerima informasi terkait pelaksanaan lomba karya tulis yang diselenggarakan Dinas Kominfo
Labuhanbatu baru-baru ini. SK (surat keputusan) penunjukan dewan juri baru disiapkan setelah pelaksanaan kegiatan. Parahnya ada kabar honor para juri
dipotong, bahkan satu dari empat juri honornya tidak diberikan sama sekali.

Diketahui, juri lomba karya tulis itu berjumlah empat orang. Dua di antaranya merupakan jurnalis berkualifikasi wartawan utama dari Medan, sedangkan dua lagi
merupakan perwakilan akademisi di Labuhanbatu.

Hal lainnya mengenai pelatihan jurnalistik terhadap 120 guru tingkat pendidikan dasar. Menurut Dahlan, kegiatan ini semata-mata menghabiskan anggaran tanpa
mengkaji urgensinya.

“Urgensinya apa? Pelatihan jurnalistik tak ada hubungannya dengan tupoksi guru-guru tersebut. Lagipula, apa urusannya Kominfo melatih guru-guru? Bukankah
itu domainnya Dinas Pendidikan? Makanya, kita menduga ini kegiatan semata untuk menghabiskan anggaran. Patut pula diduga, ada unsur kepentingan pribadi
dari kegiatan ini,” tandas Dahlan.

M Ihsan sendiri tegas membantah adanya pemotongan honor juri dalam lomba karya tulis berhadiah umroh yang diselenggarakan pihaknya baru-baru ini. “Tidak
ada kita lakukan pemotongan, semua dibayar sesuai nomenklaturnya. Manalah mungkin dipotong, juri-jurinya juga jurnalis dari Medan. Mereka beberapa kali
datang ke Labuhanbatu ini kita jamu dengan baik, bahkan menggunakan uang pribadi,” ujarnya ketika dikonfirmasi via sambungan telepon, Selasa (29/10/2019).

Saat hendak ditanya lebih jauh tentang urgensi pelatihan jurnalistik terhadap guru, Ihsan buru-buru memutus sambungan telepon. “Udah lah ya, lagi ada kegiatan
ini,” tukasnya. (donny)