Gambar WA pelaku.

LUBUKPAKAM-M24

Belanja lewat media daring (online), membuat ibu rumah tangga (IRT) ini jadi korban penipuan, Senin (20/5).

Ini dialami oleh Yuliana (30). Akibatnya ia kehilangan uang Rp1.836.500. Informasi diperoleh, awalnya korban tertarik saat melihat barang yang ditawarkan dengan harga murah dan barang berkualitas. Ibu satu anak ini menghubungi nomor telepon yang dilampirkan pada media online tersebut. Ia lalu memesan dua tas sandang.

Sesuai arahan operator, Yuliana disuruh mentransfer uang ke rekening atas nama Deni Kurniawan di Bank CIMB Niaga sebesar Rp1.836.500.

Loading...

Setelah uang ditransfer, tas pesanan tak kunjung dikirim. Padahal jika uang telah ditransfer, barang yang sudah dipesan dijanjikan segera dikirim.

Tak lama, korban mendapat telpon dari orang yang mengaku bernama Agus dan bekerja di kantor Bea Cukai Bandara Kualanamu. Dalam pembicaraan dengan korban, Agus mengatakan akan memolisikan korban jika tidak membayar pajak barang kirimannya yang saat ini diamankan di Bea Cukai Bandara Kualanamu.

“Masa istriku dibilang tersangkut penggelapan pajak dan mau dilanjutkan ke polisi. Makanya aku bingung, soalnya istriku jadi ketakutan,” kata Indra (33), suami korban.

Menurut Indra, saat dirinya memasukkan nomor hape Agus ke whatsapp (WA), muncul foto pria berpakaian seragam Bea Cukai mirip Kakanwil Bea Cukai Riau. “Sempat ku foto tadi WA-nya. Tapi setelah beberapa menit langsung tak aktif hape itu,” ujar Indra.

Terpisah, Kasubsi Penindakan Bea Cukai Bandara Kualanamu, Eko, saat dikonfirmasi mengatakan jika nomor hape yang mengaku bernama Agus itu posisinya di Makasar. Menurutnya lagi, Bea Cukai tidak ada mengurusi barang online. “Itu korban penipuan bang,” ujarnya. (yan febri)