BENGKULU,Metro24.Co – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) melaksanakan Rapat Koordinasi GTRA Provinsi Bengkulu Tahun 2021, di Hotel Santika, Bengkulu, Rabu (02/06/2021).

Rapat ini membahas terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat Bengkulu melalui sinkronisasi dan akselerasi penataan reforma serta pemberdayaan masyarakat.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra melalui pertemuan daring menjelaskan jika Provinsi Bengkulu masuk ke dalam prioritas pembangunan wilayah Sumatra dalam koridor pertumbuhan dan koridor pemerataan yaitu meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, serta Kabupaten Bengkulu.

“Beberapa isu yang dibahas dalam rapat di Provinsi Bengkulu ini meliputi Potensi TORA (Tanah Obyek Reforma Agraria-red), Lokasi Prioritas Reforma Agraria, Penataan akses (potensi daerah wisata, perkebunan, pertanian dan perikanan) serta kawasan andalan sebagai supporting pembangunan infrastruktur. Maka diharapkan adanya kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan isu terkait sehingga dapat memajukan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Surya Tjandra mengatakan bahwa sejak adanya pandemi, Provinsi Bengkulu juga mengalami penurunan ekonomi sehingga ini menjadi tantangannya, dengan salah satu solusinya melalui kawasan andalan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional. Suatu kawasan yang dikembangkan untuk mengurangi kesenjangan antar daerah melalui pengembangan kegiatan ekonomi yang diandalkan sebagai motor penggerak pengembangan wilayah. Melalui progres Jalan Tol Bengkulu-Sumsel, pembangunan kawasan andalan di sekitarnya dapat menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu, Mazwar mengharapkan bahwa dengan adanya rapat ini akan memaksimalkan koordinasi dan meningkatkan kapasitas penyelenggara Reforma Agraria, baik dalam mencari potensi aset, pemberdayaan masyarakat serta menjadi fasilitator mediasi jika ditemukan konflik agraria di lapangan.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah data Potensi TORA yang siap ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan, serta peningkatan pengetahuan dan pemahaman satuan tugas yang tergabung dalam Tim Pelaksana Harian GTRA Provinsi juga akan memberikan hasil positif bagi kemajuan reforma agraria di Provinsi Bengkulu,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah menuturkan bahwa dengan diadakannya kegiatan ini dapat menjadi strategi dan memberikan manfaat untuk masyarakat provinsi Bengkulu yang sejahtera salah satunya terkait persoalan ekonomi. Pemerintah daerah menyambut baik dan akan terus berkomitmen dalam memajukan ekonomi serta menyejahterakan masyarakat. (TA/AF/Red)