Kelima tersangka

SIANTAR-M24

Tak sampai 1 kali 24 jam, penyebab tewasnya Marudut Tua Sinaga (22), warga Pekan Panei Tongah, Kec Panei, Kab Simalungun, diungkap Satreskrim dan Intelkam Polres Siantar.

Pria yang memiliki tato di lengan tangan sebelah kanan yang ditemukan meregang nyawa di Jalan Diponegoro, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Provinsi Sumut, tersebut diduga dianiaya lima orang, Minggu (7/7).

Di antaranya, Jaya Purnama (23) dan Rizal (22), warga Beringin, Sinaksak, Kab Simalungun, Rezi Aruanda (24), warga Jln Tangki, Gg Madrasah, Kel Naga Pita, Kec Siantar Martoba, Siantar, Frenki Cia (23), koki di sebuah rumah makan, Jln Gereja, Kec Siantar Selatan, Siantar, Rahmat Faisal Sipayung (32), Jln Aru, Kel Bantan, Kec Siantar Barat, Siantar.

Loading...

“Iya, tak sampai 1 kali 24 jam, kelima terduga pelaku sudah diamankan,” kata, Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Kasubag Humas, Aiptu Napena Surbakti, Senin (8/7)

Informasi diperoleh, penganiayaan berawal Minggu (7/7) dinihari. Jaya Purnama dan Rizal minum tuak di pinggiran Jln Sudirman, Kel Proklamasi, Siantar Barat, Siantar. Tiba-tiba Marudut Tua Sinaga datang bersama rekannya dengan mengendarai kreta. Marudut lalu meminta uang Rp100 ribu untuk makan kepada Jaya Purnama.

Saat itu Jaya Purnama mengaku tidak ada uang. Marudut Tua Sinaga lalu menodongkan pisau ke leher, Jaya Purnama. Tak lama Marudut menarik pisaunya sembari mengatakan, “tunggu ya nanti aku datang ke sini”.

Marudut pun tancap gas dan mengarah ke Jln Merdeka. Sementara, Jaya Purnama bersama rekannya mencari Marudut. Di seputaran Jln Diponegoro, Jaya Purnama cs melihat Marudut. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan kelima terduga pelaku.

Akhirnya, Marudut berhasil ditangkap dan langsung dikeroyok kelima terduga pelaku sampai meregang nyawa tak jauh dari Warnet 911. Petugas piket jaga SPKT Polres Siantar yang mendapat informasi langsung mengevakuasi korban dari Jln Diponegoro ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Pihak keluarga yang tak terima lalu membuat laporan. “Begitu ada laporan dari keluarga korban, Tim opsnal Jahtanras Satreskrim dan Intelkam langsung melakukan penyelidikan. Dan berhasil mengamankan kelima terduga pelaku,” papar Napena.

“Sekarang, kelima terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan,” pungkasnya Napena. (adi)