Korban di rumah duka.

SIMALUNGUN-M24

Dalam kondisi “kentang” alias kena tanggung, Jansen Nainggolan menyuruh Lambok Marpaung untuk membeli tambahan tuak. Perintah itu dijawab garang oleh Lambok. Adegan selanjutnya, pemuda 20 tahun tersebut menginjak-injak Jansen hingga tewas.

Penganiayaan berujung tewasnya Jansen itu terjadi di warung milik Iman Panjaitan di Huta 3 Demak Rambe, Nagori Muara Mulia, Kec Tanah Jawa, Kab Simalungun, Minggu (3/3) sekira pukul 00.30 WIB. Penganiayaan terhadap opung dari dua orang cucu yang sudah berumur 60 tahun ini bermula dari pertengkarannya dengan Lambok.

Semula, keduanya sama-sama duduk di warung itu sambil minum tuak. Menjelang larut malam, Jansen memerintahkan Lambok pergi membeli tuak ke kedai lain, karena tuak di warung Iman Panjaitan telah habis.

Loading...

“Permintaan itu ditolak. Keduanya kemudian cekcok dan saling ejek,” kata Kapolsek Tanah Jawa AKP H Pangabean, ketika dikonfirmasi M24 Minggu (3/3).

Karena emosi, Lambok menganiaya Jansen. Lambok –yang tinggal 200 meter dari kediaman Jansen– menyerang dengan pukulan dan tendangan. Jansen terkapar, lalu diinjak-injak hingga tak lagi bernafas.

Usai penganiayaan itu, Lambok –yang dikenal punya kemampuan karate– melarikan diri. Warga pun menghubungi piket Polsek Tanah Jawa. Selanjutnya, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Kemudian Kanitreskrim AKP Jaresman Sitinjak mengejar pelaku yang telah melarikan diri ke arah Siantar,” beber Panggabean.

Disambung Panggabean, sekitar pukul 06.30 WIB, Lambok ditemukan sedang berada di loket Bus PMH di Jalan Sekata, Kec Siantar Utara, Siantar. Ia berencana melarikan diri ke Pekanbaru, Riau. Lambok diamankan dan dibawa ke Polsek Tanah Jawa untuk menjalani penyidikan lanjutan. “Tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP,” tutur Pangabean.

J Simanjuntak, salah seorang kerabat Jansen, mengatakan lelaki yang juga dikenal dengan panggilan Opung Putra itu selama ini tinggal seorang diri di rumahnya. Sebab, istrinya Boru Simanjuntak telah meninggal dunia beberapa tahun lalu

Anak sulung Jansen di Perumnas Batu Enam dan sudah punya dua anak. Sedangkan anak bungsunya berada di Pekanbaru. “Korban sehari-hari bekerja menjaga kebun sawit orang,” ujarnya, sembari mengatakan jasad Jansen akan disemayakan di kampung halaman pada Selasa (5/3) besok.

Setelah 3 jam jasadnya diotopsi di RSUD Dr Djasamen Saragih, penyebab kematian Jansen diketahui karena mengalami robek pada bagian jantung. Hal itu diutarakan Kepala Forensik, Dr Reinhard Hutahean SPF kepada M24, Minggu (3/3).

Menurut Reinhard Hutahean, Jansen mengalami patah tulang iga di dada kiri dan kanan. Kemudian, juga terdapat luka lecet pada bagian wajah sebelah kiri disebabkan trauma paksa benda tumpul.

Lanjut Reinhard, tulang yang patah mengenai jantung hingga robek dan menjadi salah satu penyebab korban tewas. (adi)