Pelaku Ar, saat diamankan polisi. (foto: istimewa)

SUMSEL, Metro24.co – Karena pernah dimarahi saat sekolah, seorang mantan murid perk0sa dan jerat leher Bu Guru hingga mati. Pelaku berinisial Ar (18), sedang korbannya, E (40). Kasusnya telah ditangani Polres Banyuasin, Sumsel, dan pelakunya telah ditangkap. Ini cerita lengkapnya…

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar, Jumat (10/7/2020) mengatakan, pemerk0saan berujung pemb-unuhan itu terjadi pada Rabu (8/7/2020). Tersangka mendatangi rumah korban pada pukul 16.00 WIB usai menonton video p0rn0.

Ar mengetahui situasi rumah korban. Sebab, dia mengaku sering mengintlp korban saat mandi. “Tersangka kemudian masuk rumah korban dan menunggu korban di samping kulkas dekat kamar mandi. Setelah korban keluar dari kamar mandi, korban kemudian dicekik lehernya dengan menggunakan kedua tangan dan pingsan,” kata Ginanjar.

Tersangka kemudian membawa korban ke ruang tamu dan diperk0sa di ruang itu. Saat pelaku melakukan aksi bejatnya, korban tersadar dan berontak. “Mengetahui korban berontak dan teriak meminta tolong, tersangka kemudian menyumpal mulut korban dengan menggunakan ikat rambut yang terbuat dari kain,” ujarnya.

AKP Ginanjar mengatakan, tersangka juga mengikat leher korban dengan menggunakan sabuk warna cokelat dan charger HP. Tangan korban juga diikat menggunakan tali rafia untuk memastikan korban sudah meninggal dunia.

“Setelah korban meninggal, korban diseret oleh tersangka menggunakan seprai dan dimasukkan ke dalam ember warna hijau dan diikat seprai tersebut dengan menggunakan tali rafia,” ucapnya.

Setelah melakukan pembunuhan, lanjutnya, tersangka keluar melalui pintu depan rumah korban dan mengunci rumah korban dari luar. “Kemudian kunci tersebut diselipkan masuk ke dalam rumah melalui celah bawah pintu,” tuturnya.

Korban ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Sumsel, Polres Banyuasin, dan Polsek Muara Telang di kediamannya di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin pada Kamis (9/7/2020) pukul 18.30 WIB. “Tersangka diamankan pada saat tersangka hendak keluar dari rumahnya,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti diamankan dari pelaku, yakni 2 unit ponsel genggam, 1 ember warna hijau, 1 charger HP warna putih, 1 ikat rambut, 2 ikat pinggang cokelat, 1 celana cokelat tersangka, 1 baju warna hitam.

Film P0rn0

Ar mengaku menonton video p0rn0 sebelum memperk0sa dan membunuh eks gurunya tersebut. Pelaku juga mengaku sering mengintlp korban saat mandi. “Tersangka sudah mengetahui situasi rumah korban karena hasil keterangan tersangka bahwa tersangka sering mengintlp korban pada saat korban mandi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ar menonton video p0rn0 sebelum melakukan aksinya. “Tersangka memperk0sa korban dikarenakan sebelumnya tersangka sudah menonton film dewasa, konten p0rn0. Tersangka kemudian panik karena korban berontak dan akhirnya dibunuh dengan cara dicekik,” kata AKP Ginanjar.

Rumah pelaku dan korban tidak jauh. Pelaku yang baru selesai nonton video p0rn0 tiba-tiba mendatangi rumah korban. “Selesai nonton itu langsung masuk diam-diam (ke rumah korban) dan menginlip korban yang sedang mandi. Dia sembunyi di balik kulkas,” kata Ginanjar.

Dendam

Kapolsek Muara Telang, Iptu Gunawan. menambahkan pelaku mengaku dendam kepada korban. Pelaku disebutkan kerap ditegur korban ketika dulu masih duduk di bangku SD.

“Selain niat memperk0sa, pelaku juga ada dendam sama korban. Dendam karena dia waktu sekolah sering ditegur oleh korban. Di mana pelaku waktu sekolah itu dikenal nakal,” ujar Gunawan.

Karena rumah tidak berjauhan, pelaku tahu rumah korban sedang sepi. “Pelaku kenal dekat dengan korban. Anak didik korban saat masih SD. Jadi sudah tahu rumah korban sepi langsung terjadi aksi itu,” kata Gunawan. (red/dc/metro24.co)