Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis SH, menjatuhklan vonis selama 2 tahun penjara kepada Mantan Kadis PU Medan, Isa Ansyari dan denda Rp200 juta subsider selama 4 bulan.

MEDAN, Metro24.Co – Setelah melalui sejumlah agenda persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/02/2020), Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis SH, menjatuhklan vonis selama 2 tahun penjara kepada Mantan Kadis PU Medan, Isa Ansyari dan denda Rp200 juta subsider selama 4 bulan.

Vonis lebih lebih rendah dari tuntutan Jaksa, yang memberikan ancaman hukuman 2 tahun 6 bulan dan denda Rp250 juta subsider selama 6 bulan.

Mendengar putusaan vonis hakim, Isa Ansyari tampak tersenyum dan menerima vonis tanpa keberatan. Sedangkan JPU KPK, Iskandar SH, masih pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

Terdakwa mantan Kadis PU Medan, Isa Ansyari, dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dalam sidang di Ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/2/2020).

Mendengar tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, Zainal Abidin, Isa Ansyari langsung tersenyum. Padahal sebelum sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Abdul Azis, Isa terlihat gelisah.

Sebelumnya, dalam amar tuntutan, JPU menyatakan Isa bersalah dalam kasus penyuapan terhadap Walikota Medan Non-aktif, Dzulmi Eldin.

“Perbuatan terdakwa memberi sesuatu berupa uang seluruhnya berjumlah Rp 530 juta kepada Dzulmi Eldin selaku Walikota Medan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata JPU.

Jaksa mengatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan perbuatan yang diancam pidana pasal 5 ayat (1) huruf a UUD RI No. 31 tahun 1999.

“Ada pun hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemenrintah dan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi,” sebutnya.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya. JPU juga menyatakan, terdakwa berterus terang dan terdakwa sebelumnya belum pernah terjerat khasus hukum.(anggun/metro24.co)

Editor : S Tandang