Pertunjukan tarian etnik Dinas Pariwisata Medan

Medan-M24
Sumatera Utara memiliki 33 kabupaten/kota yang memiliki keunikan seni dan budayanya. Hal itu merupakan kekuatan untuk menunjang sektor pariwisata sebagaimana program Pemerintah Indonesia.

Sebagai ibukota provinsi, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pariwisatanya pun siap mengelola potensi tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan menggelar pementasan kesenian budaya, khususnya tari-tarian etnik yang nyatanya sangat disukai wisatawan mancanegara.

“Program pementasan tarian etnik ini untuk memanjakan wisatawan yang datang ke Kota Medan. Hiburannya berupa gelaran musik dan tari bernuansa etnik seluruh budaya tradisional yang ada di Provinsi Sumatera Utara,” terang Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, Kamis (7/3).

Kegiatan ini, lanjutnya, rutin diadakan tiga kali dalam sepekan setiap bulannya, yaitu Senin, Rabu dan Jumat malam. Penampilan kesenian itu digelar di Centre Piece Merdeka Walk, Jalan Balai Kota, Medan. Program tersebut dimulai Maret 2019 dan rencananya akan dilaunching dalam waktu dekat ini.

Loading...

“Para wisatawan sangat antusias. Mereka juga ikut bernyanyi dan menari bersama. Program itu dipentaskan oleh para muda-mudi yang peduli terhadap kesenian budaya kita,” tambahnya.

Adapun tarian dan baju etnik yang akan ditampilkan tersebut yakni dari Melayu, Karo, Batak, Mandailing, Nias dan lainnya.

Program itu juga mendapat dukungan dari asosiasi industri pariwisata terutama asosiasi yang membidangi perjalanan wisata, baik ASITA, ASPPI, PHRI maupun HPI.

“Nantinya, selain menampilkan musik dan tari. Kita juga akan menampilkan produk-produk ekonomi kreatif unggulan yang ada di Kota Medan,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Walikota Medan Drs. HT. Dzulmi Eldin S, M.Si.,M.H., diwakili Asisten Ekbang, Khairul Syahnan membuka Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pariwisata di Rahmat Galery Hall, Jalan S. Parman, Rabu (6/2). Pertemuan yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan ini menghadirkan seluruh stakeholder yang berkaitan langsung dengan pariwisata.

Khairul Syahnan mengatakan, Kota Medan merupakan kota yang semakin meningkat perkembangan industri pariwisatnya. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya dibangun perhotelan berbagai kelas, kuliner dan berbagai saran hiburan lainnya yang juga meningkatkan jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Di tahun 2019 Pemerintah Kota semakin berbenah untuk dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Medan. Untuk itu melalui Rapat Forum OPD Pariwisata ini akan menghasilkan sumbangsih pemikiran untuk bagaimana cara agar dapat meningkatkan pariwisata di Kota Medan,” jelas Syahnan.

Dijelaskan Syahnan, terdapat empat unsur yang harus diintegrasikan yakni daya tarik wisata, infrastruktur, dan fasilitas pendukung serta aksesbilitas seperti transportasi publik yang baik.

”Untuk itu mari kita mempersiapkan diri menghadapi kondisi ke depan yang akan kita hadapi. Artinya bagaimana kita meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas SDM maupun penghargaan kepada wisatawan, sehingga perkembangan pengelolaan pariwisata di Medan akan terus meningkat,” ujarnya.

Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono berharap, pertemuan Forum OPD Pariwisata ini untuk mendapatkan masukan dan gagasan dari para pemangku kepentingan untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan pariwisata di Kota Medan.

“Hasil dari pertemuan ini akan kita bawa sebagai bahan masukan di Musrenbang Kota Medan tahun 2019, sehingga seluruh program akan dilaksanakan pada tahun 2020. Artinya masukan dari para pemangku kepentingan di bidang Pariwisata untuk meningkatkan pariwisata akan direalisasikan pada tahun 2020,” jelas Agus. (ansah/adlan)