Korban saat melapor ke Polsek Delitua

DELITUA-M24
Arif Novrianto (20) terkejut, bahkan dia nyaris pingsan ketika pulang kuliah mendapati isi rumahnya sudah berantakan. Setelah tenaganya pulih dan sudah dalam kesadaran penuh, warga Jln Seroja Raya, Kel Tanjung Selamat, Kec Medan Tuntungan ini mulai mengamati secara perlahan isi rumahnya.

Belakangan setelah melakukan pemeriksaan, dia memastikan kalau rumahnya baru saja dibobol maling. Sambil mengamati, dia juga mencari dari mana si maling masuk ke dalam rumahnya.

Setelah melihat ke belakang rumah, diketahui kalau maling masuk dengan cara membobol asbes rumahnya. Lalu keluar melalui pintu dapur dengan membawa sejumlah peralatan elektronik.

Dari dalam rumah itu, maling berhasil membawa kabur 2 unit camera Canon, 1 unit laptop, 1 unit notebok, 1 celengan berisi uang Rp300 ribu, 1 unit Andromax MiFi, 8 unit Hp android berbagai merek, 1 unit tablet, 1 buah tas warna hitam dan 3 baju kemeja, diperkirakan akibat kemalingan, Arif merugi hingga Rp16 juta.

Loading...

Sadar rumahnya kebobolan, Arif sempat berusaha mencari pelaku dengan mengelilingi kawasan Tanjung Selamat. Pencarian tak membuahkan hasil, Arif lantas memilih untuk mendatangi Polsek Delitua untuk membuat laporan resmi.

“Orangtua saya tugas di luar kota dan kakak saat itu bekerja. Di saat rumah kosong, maling dengan leluasa mengobrak abrik rumah,” katanya saat membuat laporan di Polsek Delitua, Minggu (10/3) sekira 15.30 WIB.

Dia menambahkan kalau aksi pencurian itu diperkirakan terjadi Jum’at (8/3) sekira 17.00 WIB. Menurutnya pelaku ditaksir lebih dari 2 orang. “Masuk melalui asbes dapur rumah dengan cara merusaknya. Berhasil mengumbulkan barang curian, maling keluar dari pintu belakang,” beber.

Yeyen (40) warga sekitar lokasi rumah korban mengaku kaget saat mengetahui tetangganya itu kebobolan di siang bolong. Dia berharap polisi bisa lebih meningkatkan patroli di kawasan tersebut. Karena menurutnya, daerah tempat tinggal mereka rawan aksi pencurian dikarenakan banyaknya pengguna narkoba jenis sabu.

“Bang.. bang, daerah itu basis narkoba. Tetapi tidak pernah digubris polisi,” terangnya.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto membenarkan laporan korban dan berjanji segera memprosesnya. “Laporan sudah masuk, kita akan segera melakukan penyelidikan,” ujarnya. (mehuli)